Nasional

Pemerintah

Politik

Ekonomi

Video

Jumat, 03 Februari 2023

Reses DPRD, Kang Atang Sabar Menyimak Curhatan Warga




HUMPROPUB, Realita.co.id - Selama tiga hari gelaran reses DPRD Kota Bogor sejak Senin (30/1) hingga Rabu (1/2), Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyambangi kelurahan-kelurahan yang ada di Kecamatan Bogor Utara yang merupakan daerah pemilihannya (Dapil).

Dalam kegiatan resesnya, pria yang akrab disapa Kang Atang ini bersilaturrahmi dan beranjangsana dengan warga dan pengurus wilayah.

“Reses ini dilakukan untuk melihat dan mengevaluasi program pembangunan yang sudah dijalankan, sambil mencari dan mengumpulkan harapan dan aspirasi warga untuk bisa direalisasikan di tahun berikutnya,” ujar Atang.

Selama reses tersebut, banyak sekali keluhan ataupun curhatan dari warga. Mulai dari harapan peningkatan pelayanan publik, perbaikan infrastruktur, beasiswa, penebusan ijazah, pembangunan sarana ibadah, sertifikasi tanah, pendataan warga miskin, masalah tawuran hingga urusan pemberdayaan anak dan perempuan.

Mendengar curhatan yang begitu banyak dan terkadang diselipi dengan kritik tajam, Kang Atang nampak menyimak dengan sabar.

"Alhamdulillah banyak mendapat nasihat sekaligus usulan-usulan dan harapan warga terhadap program pembangunan. Semoga bisa satu per satu ditindaklanjuti", jelasnya.

Usulan-usulan program pembangunan yang disampaikan warga  kepada Kang Atang selama gelaran reses di Kelurahan Cimahpar, Bantarjati, Tegalgundil dan Kedung Halang, diantaranya adalah pembangunan TPT, pembangunan jembatan, pemeliharaan posyandu, pemeliharaan jalan lingkungan, kenaikan untuk honorer guru ngaji, kader posyandu, dan pembangunan infrastruktur pendidikan dari mulai SD hingga SMA.

Selain berdialog dan bersilaturrahmi, Kang Atang juga turun ke lapangan melakukan inspeksi terhadap program pembangunan yabg sudah berjalan ataupun usulan infrastruktur warga yang perlu ditindaklanjuti.

Ia pun menilai pembangunan di wilayah Bogor Utara harus semakin ditingkatkan.  Meskipun pusat Kota Bogor berada di Kecamatan Bogor Tengah, namun perkembangan Kecamatan Bogor Utara terutama di Kelurahan Tegalgundil dan Bantarjati sebagai wilayah penyangga ekonomi perlu juga diperhatikan.

“Jadi, penyempurnaan program di Bogor Utara harus dimaksimalkan sesuai dengan janji Walikota dan pengawasan dari kami di DPRD,” tutup Atang.

DPRD Kota Bogor Dukung Kesejahteraan Petani dan Keberadaan Lahan Pertanian


HUMPROPUB, Realita.co.id - Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto bersama Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin menerima audiensi dari Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Bogor.

Dalam audiensi tersebut, Atang Trisnanto yang merupakan alumnus IPB University, dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap keberlangsungan pertanian di Kota Bogor.

Hal ini merespon harapan dari para pengurus KTNA agar Pemerintah tetap memperhatikan sektor pertanian dan kesejahteraan petani di Kota Bogor, meskipun Kota Bogor bukan wilayah agraris.

Meski memiliki keterbatasan lahan, namun Atang menilai, keberadaan pertanian di Kota Bogor sangat penting untuk dipertahankan. Terutama di wilayah Kecamatan Bogor Timur, Bogor Selatan dan Bogor Barat.

Pria yang akrab disapa Kang Atang ini, mengungkapkan dukungan terhadap sektor pertanian sudah ditunjukkan oleh DPRD Kota Bogor dengan disahkannya Perda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Perda tentang Sistem Pertanian Organik.

"Keberadaan lahan pertanian, kelompok tani, serta organisasi yang menghimpun petani seperti KTNA Kota Bogor ini perlu didukung oleh semua pihak. Meski lahan sedikit, bisa tetap memanfaatkan lahan yang terbatas dengan sistem urban farming. DPRD telah menetapkan Perda LP2B dan Perda Sistem Pertanian Organik ," ujar Atang, Jumat (3/2).

Tak hanya itu, bentuk dukungan Kang Atang terhadap para petani lokal juga ditunjukkan dengan membeli produk pertanian dari kelompok tani yang ada di Bogor. 

"Alhamdulillah saya usahakan selalu membeli hasil pertanian dari para petani lokal. Banyak sayuran atau produk lain yang berkualitas. Hasil pertanian lokal tidak kalah bagus dari hasil pertanian yang di jual di pasar," ungkapnya.

Dilokasi yang sama, Jenal Mutaqin menjelaskan untuk memastikan ketersediaan lahan pertanian yang sudah ada, DPRD Kota Bogor juga sudah mengesahkan Perda Kota Bogor Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Ia menjelaskan, semangat dibentuknya perda tersebut adalah untuk memastikan dan menjaga lahan pertanian di Kota Bogor. Disamping meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani di Kota Bogor.

"Ayah saya juga seorang petani. Jadi saya mengerti apa yang dibutuhkan oleh para kelompok tani di Kota Bogor. Maka dari itu, kami di DPRD Kota Bogor berusaha semaksimal mungkin menghadirkan payung hukum yang sesuai dengan kebutuhan para petani dan kelompok tani," tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Kang JM ini juga mengungkapkan ada beberapa program dari pemerintah pusat yang bisa diadaptasi oleh petani lokal Kota Bogor, salah satunya adalah melakukan penanaman komoditi singkong.

Menurutnya, program tersebut bisa diadopsi di Kota Bogor yang memiliki keterbatasan lahan, namun bisa menghasilkan komoditi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

"Salah satu ilmu yang saya dapat dari G20 yang lalu adalah program menjadikan tanaman singkong sebagai komoditi utama. Karena dari singkong kita bisa membuat apa saja. Nah saya kira hal ini bisa diterapkan di Kota Bogor," pungkasnya.

DPRD dan Pemkot Bogor Setujui Penundaan Pembongkaran Plaza Bogor


HUMPROPUB, Realita.co.id - Keinginan pedagang untuk ditundanya pembongkaran Plaza Bogor disetujui oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya dan DPRD Kota Bogor yang diwakili oleh Ketua Komisi II, Anita Primasari Mongan dan anggota Komisi II, Rizal Utami, saat menghadiri acara silaturahim pedagang Plaza Bogor, Selasa (31/1).

Pembongkaran Plaza Bogor yang dijadwalkan dilakukan Februari, ditunda hingga hari raya lebaran yang diperkirakan jatuh pada akhir Maret nanti.

Anita pun menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang diambil oleh Pemkot Bogor, karena mau mendengarkan keinginan dan aspirasi pedagang yang sudah disampaikan sejak 4,5 tahun lamanya.

"Ya ini proses yang panjang karena sudah sejak 4,5 tahun lalu wacana pembongkaran ini mencuat. Nah saat akan dieksekusi tahun ini, kami DPRD mengapresiasi langkah Pemkot yang mau menunda hingga habis lebaran nanti," ujar Anita.

Dalam proses relokasi, Anita pun mengaku akan terus melakukan pengawasan agar prosesnya berjalan sesuai prosedur dan tidak merugikan pedagang.

"Kami akan mengawasi Perumda Pasar Pakuan Jaya agar terus berkomunikasi dengan pedagang agar prosesnya dan teknisnya berjalan lancar.

"Jadi komunikasi harus terus berjalan, tidak diam saja. Pemkot dan pihak pasar harus membuka komunikasi seluas-luasnya dan sebesar-besarnya agar tidak ada misinformasi," tutupnya.

Dilokasi yang sama, Rizal Utami, meminta pedagang untuk bersiap-siap agar nanti saat waktunya direlokasi bisa berjalan lancar.

Rizal berharap tempat penampungan sementara (TPS) untuk para pedagang pasca dibongkar mendapatkan tempat yang layak.

"Ada 360 pedagang, tapi kan ada karyawannya disitu. Nah kami harap di tps nanti tersedia dan pedagang bisa tetap berjualan," jelasnya.

Tak hanya itu, kepastian perihal lapak dagang pasca revitalisasi juga menjadi konsen bagi Rizal. Iya meminta pihak Perumda PPJ memberikan kepastian berdagang lagi untuk para pedagang eksisting di Plaza Bogor yang baru nantinya.

"Mereka harus mendapatkan kepastian berdagang pasca direvitalisasi. Jangan sampai nanti malah diisi oleh orang lain," pungkasnya.

PJ bupati Kabupaten Mesuji lakukan pembentukan Tim TPPS verifikasi dan validasi balita stunting


Mesuji, Realita.co.id - Pemerintah Kabupaten Mesuji Melakukan Langkah Cepat dan Konkrit dalam menangani percepatan Penurunan Balita stunting di kabupaten mesuji.

Penjabat Bupati Mesuji Drs.Sulpakar, MM Membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting ( TPPS ) Kabupaten Mesuji yang langsung di Pimpin Sekda Kabupaten Mesuji Syamsudin, S.Sos. 

Jumat 3 Februari 2023 serentak tim TPPS turun ke tujuh kecamatan dan 105 desa yang ada di kabupaten mesuji dan masing masing Tim yang bertugas melakukan Verifikasi dan validasi data balita Stunting yang ada di desa desa. 

Pelaksanaan kegiatan Tim TPPS ini sesuai peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting dan 
Keputusan Bupati Mesuji No B/232/1.02/HK/MSJ/2022 Tentang Penetapan Tim Penurunan Stunting Tingkat Kecamatan Sekabupaten Mesuji 

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk memverifikasi dan memvalidasi data balita stunting di masing masing desa serta melakukan edukasi kepada masyarakat yang mempunyai balita untuk di lakukan pengukuran dan penimbangan di posyandu di setiap desa untuk mengetahui data terbaru yang ada di desa.

Berikut ini Data wilayah Tugas Tim TPPS Kabupaten Mesuji yang Melakukan Verifikasi dan Validasi Balita Stunting di Kabupaten Mesuji :
1.Kecamatan Tanjung Raya ( Bappelitbangda dan Dinas Pendidikan) 
2.Kecamatan Panca Jaya ( Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan) 
3.Kecamatan Mesuji ( Dinas Kesehatan dan Dinas PPPA) 
4.Kecamatan Rawa Jitu Utara ( Dinas PPKB) 
5.Kecamatan Mesuji Timur ( Dinas PUPR) 
6.Kecamatan Way Serdang ( Dinas Kominfo dan Dinas PMD) 
7.Kecamatan Simpang Pematang ( Dinas Perikanan dan Pertanian) 

Guna memantau langsung perkembangan Balita Stunting yang ada di kabupaten Mesuji Kegiatan ini rutin akan di laksanakan setiap bulan dan berkelanjutan serta melibatkan OPD yang tergabung di dalam tim TPPS di Kabupaten Mesuji. (**)

Kamis, 02 Februari 2023

*Yantie Rachim Gencarkan Program Serbukatif ke Sekolah-Sekolah*


Realita.co.id
,Seribu Kata Positif (Serbukatif). Itulah sebuah program ajakan kepada warga sekolah agar selalu berbuat dan berkata baik di setiap kegiatan yang dilakukan. 

Program yang diinisiasi Jabar Bergerak Kota Bogor sejak 2022 lalu dan dinahkodai Yantie Rachim ini diharapkan menjadi ruang kontrol bagi para pelajar di sekolah.
 
Mengawali tahun 2023 ini, program Serbukatif dari Jabar Bergerak Kota Bogor itu berlangsung di SDN Cikaret 1, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis (2/2/2023).
 
Pada kesempatan tersebut hadir 
relawan Jabar Bergerak Kota Bogor, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kasi Dinas Pendidikan, Camat Bogor Selatan dan lurah Cikaret.

Yantie Rachim datang mengenakan kain lilit berbalut kaos dan kerudung. Kain lilit itu berasal dari pengrajin asli Kota bogor, yaitu batik loji craft buatan Mardiah Faraz.
 
Ia mengatakan, di tahun ini pihaknya mengawali program Serbukatif di SDN Cikaret 1 dengan berbagi penampilan dari siswa-siswi SDN Cikaret 1.
 
"Alhamdulillah antusiasme murid-murid di sekolah ini sangat luar biasa, dari mulai penyambutan hingga acara berlangsung. Kedatangan kami disambut dengan Hadroh dari siswa SDN Cikaret, Kepala Sekolah SDN Cikaret beserta guru-guru pengajar lainya, juga ada beberapa penampilan lainnya yang cukup meriah," ucap Yantie.
 
Istri Wakil Wali Kota Bogor itu menjelaskan, bahwa kegiatan Serbukatif merupakan salah satu upaya untuk membentuk karakter anak-anak yang dimulai dari membiasakan bertutur kata positif dan baik.
 
"Saya berpesan kepada semua pihak khususnya siswa-siswi mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, bahwa kita mulai dari kata-kata yang positif Insya Allah kedepannya akan selalu melakukan perbuatan dan berpikiran positif," ujarnya.
 
Masih kata Yantie, gerakan Serbukatif ini merupakan  sebuah gerakan dalam rangka membentuk karakter anak-anak untuk mempersiapkan Generasi Emas tahun 2045 menuju generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
 
Ia pun berharap dengan kegiatan ini menjadi ikhtiar Jabar Bergerak dalam pembekalan anak-anak berkata positif dan berperilaku positif. Ke depan program ini akan rutin dilakukan setiap minggunya ke sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA.

*Polres Bogor Berikan Solusi Terkait Aduan Masyarakat di Jum’at Curhat*


Realita.co.id
,Jum’at curhat bersama Wakapolres Bogor kembali digelar di ruang mediasi Polres Bogor pada Jumat pagi (03/2/2023). 
Masyarakat Yang hadir pun secara langsung di terima Oleh Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra S.H.,S.I.K.,CPHR di Ruang mediasi Polres Bogor.

Berbagai keluhan pun di sampaikan ke masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya; Mengadukan Perihal tidak adanya Lampu penerangan jalan di wilayah kelurahan desa dayeuh kecamatan Cileungsi perbatasan ke kelurahan klapanunggal karena banyak rawan kriminalitas terjadi di malam hari sampai ke pagi hari lagi dan Pengurusan mekanisme Pergantian BPKB.

Terkait curhatan masyarakat tersebut Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra pun secara langsung memberikan solusi terkait  permasalahan tersebut.

Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra mengatakan, Bahwa tadi Kami menerima Aduan masyarakat terkait kurangnya Lampu penerangan jalan di wilayah Kelurahan dayeuh Kecamatan Cileungsi berbatasan dengan kelurahan Klapanunggal, Terkait hal tersebut kami pun langsung menyampaikan hal tersebut kepada dinas PUPR untuk selanjutnya di tindak lanjuti, Dan terkait mekanisme pergantian BPKB langsung kita lalukan pendampingan dalam mekanisme pembuatannya, Ungkapnya. 

Melalui kegiatan Jumat curhat yang secara rutin kita gelar di seluruh jajaran Polres Bogor ini pun diharapkan dapat memberikan solusi terkait permasalahan yang ada di masyarkat khusus nya Kabupaten Bogor, Tutup Wakapolres Bogor Kompol Wisnu Perdana Putra.

Prodi Pasca Sarjana PWD IPB Datangkan Profesor dari University of California Davis Gelar Kuliah Umum


 
Realita.co.id, -Program Studi Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Institut Pertanian Bogor menggelar kuliah umum (Public Lecture) pada hari Kamis tanggal 2 Februari 2023 di Ruang Pareto, Auditorium Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) di Kampus IPB Dramaga Bogor. Kuliah umum yang menghadirkan Profesor Wing Thye Woo dari Universitas California Davis Amerika Serikat, yang juga menjabat Vice President of UN SDSN (Sustainable Development Solution Network) dipandu langsung oleh Prof. Akhmad Fauzi, Ph.D yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Pasca Sarjana PWD IPB. 3 Februari 2023.

Hampir 100 orang mahasiswa dan dosen program pasca sarja S2 dan S3 yang berada di bawah Fakultas Ekonomi dan Manajemen antusias menyimak kuliah umum yang mengambil topik “Using the SDG Framework to Rescue Global Cooperation in the Face of De-Globalization”. Dekan FEM IPB Prof. Nunung Nuryartono memberikan Opening Remarks dan menyatakan sangat senang dan berterima kasih kepada Program Studi PWD yang telah menyelenggarakan kuliah umum yang sangat penting ini. 

Menurut Profesor Akhmad Fauzi, kehadiran Profesor Woo tidak lepas dari networking yang terjalin dengan sangat baik selama dua tahun terakhir antara beliau dan qaBank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga sebagai Koordinator Kantor BI seluruh provinsi yang ada di Kalimantan. Prof. Akhmad Fauzi beserta tim risetnya selama 2 tahun ini membantu Kantor BI Perwakilan Kalimantan Selatan dalam kajian-kajian yang terkait dengan Pembangunan Berkelanjutan, Green Economy, dan juga Pembuatan Doughnut Economy Index. Kajian-kajian tersebut diperlukan dalam rangka mendukung upaya transformasi ekonomi Kalimantan yang saat ini masih sangat bertumpu pada sumber daya alam, terutama batubara. 

Hasil kajian tersebut kemudian disampaikan oleh Prof Fauzi pada Seminar Internasional tahun lalu, dimana saat itu Prof Woo juga menjadi salah satu pembicara. Berawal dari momen itulah kemudian silaturahim akademik dimulai hingga hari ini. Pada saat yang sama, Kantor BI Kalimantan Selatan juga membangun networking dengan UN-SDSN dimana Profesor Woo menjabat sebagai vice president. 

Kehadiran ilmuwan internasional dari universitas ternama di luar negeri ke Kampus IPB memberikan nilai yang sangat besar bagi peningkatan kapasitas baik bagi staff pengajar dan mahasiswa pasca sarjana yang hadir pada kuliah umum tersebut. Selain itu kehadiran ilmuwan internasional ini memberikan ruang kolaborasi kerja sama internasional khususnya dalam riset berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, serta krisis ekonomi dan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini. Sebagaimana disampaikan oleh Profesor Woo,  kerangka SDGs dan kolaborasi dapat digunakan untuk menyelamatkan kerja sama global di tengah gelombang de-globalisasi saat ini. Dalam kesempatan ini Prof Woo menawarkan para ilmuwan dari IPB untuk berkolaborasi dalam ASEAN GREEN FUTURE Project yang berada di bawah naungan UN-SDSN. Dalam menyambut seruan  tersebut Angsoka Paundralingga yang turut hadir dalam acara tersebut sebagai perwakilan Kantor BI Provinsi Kalimantan Selatan juga menawarkan insentif penelitian bagi dosen dan mahasiswa pasca IPB dalam proyek Greenovation yang diinisasi oleh BI Kalsel.

Red/Fathur

PWRI Bogor Raya Audiensi Dengan Ketua DPRD Kota Bogor

Realita.co.id
,Kota Bogor , Audiensi antara PWRI  Bogor dengan pimpinan DPRD Kota Bogor di Ruang Rapat Kantor DPRD Kota Bogor Jl.Pemuda No 25 Tanah Sareal Kota Bogor , pada Kamis (2/2/2023).Sore 

Pengurus PWRI Bogor Raya Beserta Beberapa anggota  melakukan audiensi dengan Ketua  DPRD Kota Bogor di Ruang Rapat Dalam audiensi tersebut sejumlah pengurus PWRI  diterima langsung  oleh Ketua DPRD Kota Bogor , H.Atang Trisnanto  Dalam pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi serta memperkenalkan Tugas Fungsi Organisasi PWRI.


Rohmat Selamat Ketua PWRI Bogor Raya menyampaikan, audiensi ini merupakan bentuk silaturahmi PWRI sekaligus memperkenalkan PWRI Sebagai pilar ke 4 Demokrasi dan kontrol sosial di kota Bogor.
"Tentunya kita hari ini  bersilaturahmi dengan dewan, untuk memperkenalkan tugas. Kita PWRI sebagai kontrol Sosial di kota Bogor ," katanya 

Lebih lanjut Rohmat Mengatakan kepada ketua DPRD  bagaimana mekanisme pengawasan tugas tugas Dewan terkait permasalahan di masyarakat dari kemiskinan, aset aset kota Bogor, Tentang sampah, kesehatan maupun Masjid Agung yang mangkrak"ujarnya 


Sementara Ketua DPRD kota Bogor  Atang mengapresiasi atas kedatangan pengurus PWRI 
“Kami berterimakasih atas kunjungan PWRI Bogor Raya  Semoga kedepan ada sinergi yang lebih baik lagi kedepan,” katanya.

Dari pertemuan ini, Atang terbuka adanya sinergitas yang baik antara PWRI dengan DPRD. Karena diakui lembaga DPRD ini ada sebanyak 50 orang anggota dewan.

“Orang sebanyak ini kan memiliki potensi masing-masing. Saya kira apabila dengan PWRImelakukan kegiatan diskusi silahkan libatkan anggota DPRD kota Bogor 

Menurut Atang, profesi wartawan dalam memberikan informasi yang real dan nyata sangat dibutuhkan masyarakat ditengah perkembangan informasi saat ini.
“Ya saya kira memang tugas wartawan itukan memberikan satu informasi yang real dan nyata. Jadi selama ini saya lihat baik, dan sangat dibutuhkan warga masyarakat,” ujarnya.

Maka, lanjut Atang sinergitas antara DPRD dengan PWRI ini menjadi salah satu langkah untuk membangun komunikasi positif dalam berbagai hal, khususnya bagi kota Bogor

Menjawab pertanyaan PWRI pertama terkait sinergi ,kami di DPRD itu terbuka dengan siapa saja tidak dengan satu pihak ,dua pihak atau satu organisasi, semua kita tetap terbuka ,selama ini kita bisa komunikasi dengan siapapun tidak harus kenal 

Kedua bentuk kerjasama pemberitaan di DPRD juga ,saya sudah intruksikan agar bisa sebanyak -banyaknya untuk teman-teman media 

Ketiga ruangan press conference itu pas saya di lantik pertama kali,kita buka secara terbuka bahkan kita tambah alat -alat untuk mendukung kegiatan media karena saya meyakini teman -teman wartawan itu banyak,"ucap Atang 

Selanjut nya mengenai kemasyarakatan peran DPRD untuk mengatasi kemiskinan kami sudah melakukan fungsi legislasi, seperti kita pernah membuat Raperda santunan kematian,dan Raperda lainya .dan hari ini komisi IV fokus tentang memastikan data rumah tangga miskin itu valid

Peran dengan masyarakat dan pemerintah kita sudah beberapa kali .kita panggil dan sidak aset -aset pemerintah agar aset ini di tertibkan karena salah satu rekomendasi dari BPK dan KPK masalah aset kota bogor ini harus di tertibkan.

"Kemudian terkait masjid Agung kota Bogor .kita sudah beberapa kali datang dan sidak terkait ada permasalahan lain bukan kewenangan DPR D. insya allah akan segera di selesaikan," pangkas nya

*Seorang Terduga Pelaku Pencurian di Amankan Warga, Pihak Kepolisian Lakukan Penyidikan*


Realita.co.id
,Seorang Terduga pelaku pencurian yang terjadi di salah satu rumah warga Wilayah Desa Curug Bitung kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor berhasil diamankan warga pada Kamis (2/2/2023).

Terduga pelaku berinisial DD (23) Melakukan pencurian di salah satu rumah warga, dengan cara mencongkel jendela menggunakan sebilah golok, dan mengambil sebuah handphone serta uang tunai sebesar 1,2 juta rupiah.

Kapolsek Nanggung AKP Jony Handoko , Mengatakan bahwa tertangkapnya Terduga pelaku pencurian berinisial DD Sebut berawal saat korban yang baru saja selesai sholat subuh mendapati adanya seorang yang sedang tertidur di teras mushola dan dicurigai sebagai pelaku pencurian yang terjadi di rumahnya.

Dari kecurigaan tersebut korban menginformasikan hal tersebut kepada tokoh desa, Namun saat kembali ke mushola untuk dilakukan pemeriksaan, terduga pelaku telah diamankan oleh warga di pos ronda. 

Dan dari pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa handphone yang sempat juga dibuang oleh terduga pelaku beserta uang tunai, hingga saat Ini Proses penyidikan pun masih terus dilakukan oleh satuan unit Reskrim Polsek nanggung, Ungkapn AKP Jony Handoko.

PEMDES LEGOK TURUNKAN ALAT BERAT TOP LOADER BANTUAN DARI PT HDK NORMALISASI SUNGAI WRATI


Realita.co.id
,Pasuruan

                         Pemerintah Desa Legok Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan menurunkan alat berat Top Loader bantuan dari PT HDK untuk menyingkirkan material kayu dalam rangka normalisasi sungai Wrati Alat berat  tersebut dikerahkan karena kondisi jalan yang kecil yang membuatnya mudah untuk bermanuver.


"Normalisasi Sungai Wrati Dusun LegokTurunkan Alat Berat, bersama-sama Perangkat Desa Legok dan Masyarakat Legok" ujar Kepala Desa Legok Nur Salam SE Kemis (2/02/2023).siang."Ia mengatakan, normalisasi sungai Wrati Dusun Kebonsari dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan dibantu oleh relawan ke hulu sungai dalam pemotongan kayu oleh UPT pengairan Pandaan.


 "Babinsa Legok Ermawin Bersama Kepala Desa Legok Nur Salam SE mengatakan sampah yang berupa kayu, bambu dan lain-lainnya menjadi penyebabnya banjir"


Setelah diidentifikasi dari atas Sungai sampai bawah, ternyata aliran tersumbat oleh sampah berupa kayu, bambu dan lainnya sehingga banjir " Kata Kepala Desa juga menambahkan penanganan bencana harus dilakukan dengan aman. Karena cuaca yang tidak mendukung dan berbahaya, maka penanganannya akan dilakukan dengan menyiapkan alat-alat berat seperti Top Loader.


"Kami Selaku Kepala Desa Legok Ucapan Terimah Kasih Atas Bantuanya Dari PT HDK bersama Jajarannya yang membantu mensukseskan pelaksanaan dan berterima kasih pada UPT pengairan Pandaan" Papar Nur Salam SE ( Samsul / A-6 )

.

Bisnis

Daerah

Peristiwa

Kriminal

Hukum

Sosial

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved