Jumat, 11 Februari 2022

Anggota DPRD Kota Bogor Sesalkan Peresmian Cafe Holywings

Anggota DPRD Kota Bogor Sesalkan Peresmian Cafe Holywings



Realita.co.id - Bogor - Anggota DPRD Kota Bogor menyesalkan adanya kerumunan saat peresmian Cafe Holywings di Kecamatan Bogor Timur beberapa waktu lalu. Kerumunan itu dikhawatirkan bisa menimbulkan cluster baru Covid-19, terlebih Kota Bogor saat ini berstatus PPKM Level 3.

Cafe Holywings resmi dibuka pada Selasa (8/2), dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya dan Hotman Paris Hutapea. Bima mengatakan, Holywings adalah Cafe Keluarga karena Kota Bogor adalah Kota Keluarga, setiap sudut bisa memberikan rasa nyaman.

Informasi yang diterima Lead.co.id, meski baru dibuka, Cafe Holywings sudah diramaikan pengunjung. Tampak penampilan live music menghibur sampai jam 24.00 WIB.

"Kalau untuk masalah kerumunan pada saat pembukaan Holywings, ya saya sedikit menyesalkan, manakala itu memang terjadi di tengah situasi saat ini yaitu PPKM Level 3," kata Anggota Komisi VI DPRD Kota Bogor Devie Prihatini Sultani, pada Jumat (11/2/2022).

Status PPKM Level 3 telah ditetapkan terhadap wilayah Jabodetabek, DIY, Bali, dan Bandung Raya. Kebijakan itu diambil usai melihat lonjakan kasus yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Jabodetabek, DIY, Bali Bandung Raya akan ke level 3," ujar Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers secara virtual, pada Senin (7/2).

Luhut juga mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan berbagai sumber, Covid-19 varian Omicron ini menyebabkan penularan jauh lebih cepat melampaui penularan varian Delta.

Terkait itu, Devie menjelaskan, jam operasional di masa PPKM level 3 untuk Cafe dan Resto sampai pukul 21.00 WIB, kemudian pengaturan tempat duduk juga harus menerapkan sosial distancing dan kapasitas pengunjung 50 persen.

"Untuk itu, ke depan kita lihat bersama-sama, tidak hanya Holywings saja, tapi berlaku juga bagi semua resto cafe," jelas Sekretaris DPD Nasdem Kota Bogor itu.

Lebih lanjut Devie juga menegaskan, bagi yang melanggar aturan PPKM maka bisa ditindak. Jika ada yang melanggar tetapi tidak ditindak, kata dia, mending hapus saja Perda larangan itu.

"Karena buat apa ada Perda yang di buat menggunakan anggara APBD kemudian menjadi tidak ada marwahnya Perda tersebut," tegasnya.

Dia menambahkan, jika Cafe Holywings tidak menjual minuman beralkohol (Minol) di atas 5 persen dan sesuai Perda, maka pihaknya menganggap tidak masalah, karena masih mengikuti aturan yang ada.

"Selama tidak menyalahi atau menabrak aturan Perda yang ada di Kota Bogor salah satunya Perda larangan penjualan minol di atas 5 persen, maka saya rasa itu tidak masalah," tutupnya.


Adi/Red

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved