Minggu, 27 Februari 2022

Pembangunan Jalan Lapen Dari ADD 2021 Sudah Tampak Rusak, Kok Bisa?

Pembangunan Jalan Lapen Dari ADD 2021 Sudah Tampak Rusak, Kok Bisa?




Realita.co.id - Tanggamus - Belum genap setahun pembangunan jalan lapen di Pekon Sinarmulyo, Kecamatan Pulau Panggung, Tanggamus Lampung dengan penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran (TA) 2021 sudah tampak rusak. Ada apa?

Pantauan awak media yang tergabung dalam Aliansi Jurnalistik Online Indonesia (AJOI) Tanggamus di lapangan, keadaan jalan sudah rusak seperti tidak pernah ada perehapan karena kualitasnya sangat buruk.  (Minggu, 27/2/22).


Warga setempat mengatakan sangat kecewa melihat hasil pembangunan dengan anggaran dana cukup fantastis 
" belum lama baru sekitar 6-7 bulan  dari dibangun  kok sudah mulai rusak dan kami menginginkan perehapan kembali dan segera diperbaiki," terang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada tim AJOI Tanggamus.

Saat ditemui di rumahnya Selamet (ketua BHP) menjelaskankepada tim terkait pembangunan tersebut.
" betul adanya Pembangunan jalan lapen dipekon kami tahun anggaran 2021 dan pekerjaannya diborongkan oleh pihak ketiga, tidak ada sama sekali melibatkan warga masyarakat pekon sinar mulyo," jelasnya.

Disaat tim AJOI akan mengambil rekaman video Selamet marah dan tidak bekenan sementara berdasarkan UU pers bagi siapa saja yang menghalangi pekerjaan wartawan jurnalis di denda sebesar Rp. 500 juta, 
"Jangan merekam atau ambil Vidio kalau mau bertanya ya nanya aja tapi jangan merekam atau memidiokan dirinya kalau mau  diberitakan silahkan saja," tegas Selamet.

Tambahnya "TPK ada tapi sepertinya tidak difungsikan sebagai mana mestinya dan untuk peng SPJ annya saya gak tau apakah pakai HOK apa borongan," tutupnya.

Di tempat terpisah Agung (TPK) awalnya dirinya mengaku TPK dan melaksanakan tugas nya sesuai dengan poksinya.
"Saya TPK nya pak saya tetap mengawasi dan sebelum itu saya di ajak pak kakon menemui pemborong itu untuk di kenalkan," terangnya.

Dikatakan untuk tenaga kerja warga pekon hanya 3 orang dan 11 lainnya adalah bawaan pihak ketiga dan dalam pelaporan Agung hanya terima tanda tangan semua yang membuat pelaporan pihak pekon. 
" Ya tetep pakai orang sini lah bang cuma 3 orang lainnya bawaan mereka dari luar pekon, dan untuk pelaporan saya sudah di sodorkan bahan jadi tinggal tanda tangan saja, saya juga gak sempet membaca SPJ itu bang jadi gak tahu apa HOK apa borongan dalam pelaporan itu," tandasnya.

Saat di tanya terkait banyaknya material yang di gunakan dan jenisnya Agung setengah kebingungan.
" Itu kan sudah ada pemborongnya jadi saya mengawasi hanya 2 hari dan 2 hari lainnya saya tidak ditempat yang lebih jelas ya tanya sama pak sekdes dan pak mantan," tutupnya

Dirumahnya Endaryanto (sekdes) saat ditemui di rumahnya membenarkan adanya pembangunan jalan lapen di pekonnya.
"Ya benar bang pembangunan itu waktu jaman mantan masih menjabat dan semua di kerjakan oleh pihak ketiga hanya di bantu 3 orang warga pekon kita dan di awasi oleh TPK, sementara untuk pelaporan abang-abang kan tau gak perlu saya jelaskan," katanya.

Sementara( H)mantan kakon saat akan ditemui dirumahnya yang bersangkutan tidak ada di tempat sempat di telpon dirijek dan saat di WA tidak di balas bahkan beberapa menit kemudian nomor tim AJOI di blokir.
" Bapak belum pulang " kata istri mantan kakon.


(Tim Ajoi Tanggamus)
Redaktur We'i

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved