Kamis, 03 Februari 2022

Sebaran Covid-19 Kian Mengganas, WaliKota Bogor Hentikan PTM Sementara

Sebaran Covid-19 Kian Mengganas, WaliKota Bogor Hentikan PTM Sementara




REALITA.CO.ID - BOGOR - Kasus positif Covid-19 di Indonesia kembali mengganas di awal 2022. Sejumlah daerah pun bersiap menghadapi kemungkinan terburuk apabila lonjakan kasus positif terus terjadi.

Pemerintah kota Bogor merespons situasi ini dengan mengeluarkan kebijakan penghentian sementara kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM).

Keputusan penghentian sementara PTM itu diambil setelah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto melakukan rapat koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan komite sekolah.

Usai melaksanakan rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kemudian menerbitkan surat edaran (SE) nomor 01/STPC/02/2022 tentang kebijakan penghentian sementara pembelajaran pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka pengendalian corona virus disease di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Hentikan Kegiatan PTM Pasca Temuan Puluhan Siswa dan Guru Positif Covid-19.

Dalam edaran itu tertulis, penghentian sementara kegiatan PTM di Kota Bogor berlaku mulai tanggal 2-7 Februari 2022.

Bima mengatakan, penghentian sementara PTM di wilayahnya berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, SMA atau sederajat, pesantren, serta lembaga pendidikan lainnya.

Menurut dia, keputusan ini harus cepat diambil untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk penyebaran kasus Covid-19 di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

“Dari awal langkah-langkah kita pasti selalu berdasarkan data-data. Data menunjukan lonjakannya eksponensial, sejak tiga hari lalu sudah di atas 100 kasus per hari,” ungkap Bima, Rabu (2/2/2022).

Bima juga meminta agar seluruh kegiatan di luar sekolah yang melibatkan pelajar untuk dihentikan.

Ia menyebut, kekhawatiran penularan Covid-19 di lingkungan sekolah menjadi salah satu parameter keputusan penundaan PTM dilakukan.

"Kami menyepakati untuk menunda PTM di semua tingkatan karena angkanya (kasus Covid-19) tinggi sekali. Khawatir akan menyebar lagi," sebut Bima.

Reporter : Hariyadi

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved