Kamis, 03 Maret 2022

Diduga Jadi Ajang Bisnis, Bantuan Yang Diterima KPM Diarahkan Belanja Komoditi Yang Di Sediakan Oknum Pejabat Desa

Diduga Jadi Ajang Bisnis, Bantuan Yang Diterima KPM Diarahkan Belanja Komoditi Yang Di Sediakan Oknum Pejabat Desa



Realita.co.id - SUKAJAYA_BOGOR – Terkait Dugaan pelanggaran aturan kebijakan, dari pemerintah pusat, melalui Kemnsos, dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan pihak oknum desa Sukajaya yang bekerjasama dengan agen e,warung yang Disinyalir jadi ajang bisnis dalam pengadaan komoditi terhadap bantuan Pangan non-tunai (BPNT) yang didapatkan warga berupa uang tunai sebesar 600 ribu rupiah, terindikasi adanya monopoli terhadap KPM, Kamis, (03/03/22)

Pasalnya, Warga setelah menerima bantuan berupa uang tunai 600 ribu rupiah bantuan Kemensos itu, dari PT. Pos Indonesia, langsung pihak oknum desa dengan sigap memotong senilai 400 ribu, untuk membayar komoditi pangan yang telah tersedia di desa.

“langsung dipotong 400 ribu, untuk menebus bahan pangannya, seperti beras 2 karung dan sembako yang disediakan desa, sisanya hanya 200 ribu,” Kata Narasumber yang juga KPM ini.

“setelah dipotong uangnya 400 ribu, langsung disuruh ambil sembako,” Sambungnya lagi.

Saat diwawancarai penerima uang tunai (Kpm) oleh Mediabhayangkara1.com (MB1), kpm mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berbuat penolakan terhadap pihak desa yang langsung memotong uang tunai yang didapatnya itu.

“ya mau bagaimana lagi, kita ikuti saja, karna takut nanti kedepan tidak dapat bantuan lagi. Seperti dipaksa untuk ambil barang dari desa,” ujar kpm.

Diketahui, untuk penerima bantuan sosial BPNT di Desa Sukajaya, sebanyak 187 kpm yang menerima bantuan uang tunai 600 ribu rupiah dari Kemensos itu.

Padahal, terkait perubahan sistem bantuan bansos BPNT telah diatur oleh pihak kemensos, salah satunya warga mendapatkan uang tunai dan bebas dibelanjakan dimana saja, untuk komoditi pangan.

terlihat dalam video yang diduga oknum desa Sukajaya yang sigap memotong langsung uang warga senilai 400 ribu, dan sisanya 200 ribu rupiah diberikan ke warga, dan langsung (warga) untuk mengambil bahan pangan yang telah tersedia

Atas Dugaan adanya praktek bisnis BPNT yang dilakukan pihak pemdes Sukajaya dan adanya pemotongan langsung kepada KPM serta terindikasi adanya keharusan wajib, belum lagi bahan pangan yang disediakan pihak desa, jauh dari harga eceran tertinggi (HET), dan dituding adanya mencari keuntungan untuk kantong pribadi, dengan penyalahgunaan wewenang dan jabatan dengan menggiring para kpm dengan harus membelanjakan uangnya itu, sudah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Sukajaya.

Hal ini terungkapkan saat dikonfirmasi dengan Kapala Seksie (Kesra) desa Sukajaya mengatakan kepada MB1, bahwa pihak desa hanya memfasilitasi tempat dan mendampingi para kpm.

“kita, desa hanya kasih fasilitas dan dampingi kpm saja, dan kita juga sudah ada perintah dari Kasie Kecamatan Sukajaya, Pak Yana,” Ujar Kasie Kesra Desa Sukajaya, kepada MB1.

“Kalau seandainya ada apa – apa dilapangan, suruh nanya ke Kasie Kecamatan saja, begitu kata beliau,” sambungnya lagi.

Berbeda, dengan Kasie PKM di Kecamatan Sukajaya, Pak Yana, yang disebut oleh Kasie Desa Sukajaya, dalam arahannya kepada awak Media Realita.co.id, saat dikonfirmasi, Yana sebagai Kasie PKM, tidak ingin dikonfirmasi alias tidak ingin memberikan keterangan apapun terkait pemotongan langsung BPNT yang didapat kpm itu, saat dihubungi lewat telepon selulernya, seperti WhatsApp dirinya.


Reporter : Sule
Editor: Iwan/Red

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved