Selasa, 01 Maret 2022

Ramai Diberitakan, Handoko Mantan KAKON Sinarmulyo Hilang Bak Ditelan Bumi, Ada Apa ya?

Ramai Diberitakan, Handoko Mantan KAKON Sinarmulyo Hilang Bak Ditelan Bumi, Ada Apa ya?



Realita.co.id - Tanggamus - Handoko selaku mantan kakon sinarmulyo selalu menghindar saat mau di komfirmasi terkait pemberitaan yang sudah beredar.

Terkait pembangunan jalan lapen tahun anggaran dana Desa (ADD) 2021 yang sudah rusak parah Belum genap setahun yang ada di pekon / desa Sinarmulyo, kecamatan Pulau Panggung, kabupaten Tanggamus dengan penggunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2021 kuat dugaan sebagai ajang korupsi 

Hari Selasa tanggal 1/03/2022 tim (AJOI)  menemui kembali agung selaku ketua (TPK) mempertanyakan keberadaan Handoko malah agung mengatakan kalau bisa pemberitaan yang sudah beredar itu  jangan dilanjutkan pungkas agung.

Timbul tanda tanya besar, ada apa dengan Handoko setiap mau di minta hak jawab terkait pemberitaan yang suda beredar selalu menghindar tidak ada di tempat sempat dihubungi via telepon diriject dan saat di WA tidak di balas bahkan  nomor tim AJOI di blokir
" Bapak belum pulang keluar entah kemana tutur orang tua nya Handoko

Tim ( AJOI) mengambil langkah mencoba untuk menemui Talut selaku camat pulau panggung untuk komfermasi terkait kegiatan pembangunan  jalan lapen yang ada di pekon sinar mulyo yang sudah rusak parah belum genap setahun tapi sangat disayangkan Talut tidak ada di kantor 

Dilokasi berbeda Tim (AJOI) menemui kabit dari dinas (PMD), ARPIN , S,P.d,M.M, mengatakan kepada awak media.
"Pada prinsipnya pembangunan yang bersumber dari dana desa haruslah suakelola dan memberdayakan masyarakat setempat, tetapi tidak menutup kemungkinan pekerjaan proyek tersebut mengunakan pihak ketiga, seperti contoh pembelian ambulance," terangnya.

Sementara dikatakan untuk pelaporan pertanggungjawaban harus sesuai dan tidak diperbolehkan memanipulasi data.
"Untuk pelaporan ya harus sesuai jika memang di borongkan ya harus sesuai, kami disini hanya menerima laporan administrasi sebagai kontrol sosial jika ditemukan kejanggalan- kejanggalan sebaiknya koordinasi kan dengan PJ dan pihak kecamatan sebagai Tim monitoring," kata Arpin.

Lebih lanjut Aspin mengatakan jika sesuai fakta dan informasi yang akurat adanya dugaan markup dan korupsi, pihaknya mempersilahkan lapor ke pihak inspektorat bahkan melaporkan ke aparat penegak hukum
coba datangi PJ minta mediasi kalau tidak ada tindakan teruskan  kecamatan adalah tim monituring.


(Tim AJOI)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved