Rabu, 09 Maret 2022

SMAN 01 Air Naningan Didatangi Beberapa Awak Media, Ada Apa?

SMAN 01 Air Naningan Didatangi Beberapa Awak Media, Ada Apa?



Tanggamus - Ketranpananan dan keterbukaan tehadap informasi publik tidak nampak pada SMAN 1 Air Naningan, pasalnya saat tim AJOI mendatangi sekolahan pada hari Rabu 9 Maret 2022 pukul 10.00 WIB, keberadaan kepala sekolah dan wakil-wakilnya sudah tidak ada di tempat, yang dijumpai hanya beberapa orang guru dan staf.

Menurut keterangan staf yang ada kepala sekolah dan yang lainnya sudah pulang karena ujian sudah selesai.
"Sudah pada pulang pak karena anak-anak ujiannya sudah selesai tadi hanya tinggal kami dan sebentar lagi juga akan menyusul pulang," terangnya.

Sementara SMAN 1 Air Naningan terdiri dari 12 ASN dan 28 tenaga honorer dan tks. Pada pukul 10.00 WIB dari pantauan AJOI hanya tersisa tidak lebih dari 10 orang.

Tim AJOI hendak mempertanyakan terkait obrolan Pandi (kepala sekolah) dengan salah satu anggota AJOI tentang dirinya sedang melakukan pembenahan dikarenakan banyak persoalan sepeninggalnya Agus Gunadi pendahulunya.

"Saya baru disini dan saat ini masih melakukan pembenahan, sepeninggalnya pak Agus banyak sekali permasalahan-permasalahan yang belum beres," kata Pandi kepada AJOI.

Saat di tanyakan permasalahan apa yang ditinggalkan Agus, kepala sekolah enggan menjelaskan hanya menjawab " anda tau sendirilah masak harus saya beberkan".

Bahkan Pandi meminta kepada AJOI untuk tidak mempublikasikan hal telah di sampaikan.

Dilain pihak saat dihubungi melalui telepon seluler Agus membatah adanya permasalahan yang ada di SMAN 1 Air Naningan.
" Lho kenapa saya masih di sangkut pautkan dengan SMAN 1 Air Naningan, sementara saya sudah Sertijab di saksikan komite semua berkas sudah saya berikan semua, kenapa saya harus di kambing hitamkan aneh," ujarnya.

Agus meminta AJOI untuk langsung berkoordinasi dengan pihak sekolahan jika ada masalah baru mengkonfirmasi kepada dirinya.
" Semua sudah ada di memori Sertijab kemarin bahkan ada tunggakan tagihan sebesar kurang lebih 300 jt dimana permasalahan tersebut, sementara setelah adanya Sertijab semua di bebankan kepada beliau kepala sekolah yang baru saya sudah tidak ada apa-apa di sana tandasnya.

Dengan adanya kejadian dan kejangalan tersebut ketua AJOI menduga ada yang tidak beres dalam SMAN 1 Air Naningan.
" Melihat kejadian di lapangan dan keterangan dari semua pihak, kuat dugaan ada ketidak beresan di SMA tersebut dan perlu adanya ketransparanan publik karena SMA itu bukan milik pribadi melaikan milik pemerintah," ujar Budi.


Maulani

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved