Sabtu, 16 April 2022

Polda Metro Jaya Terkesan Tidak Berani tindak Tegas Oknum Perwira PJR Cs, Yang Terlibat Narkoba di Cakung

Polda Metro Jaya Terkesan Tidak Berani tindak Tegas Oknum Perwira PJR Cs, Yang Terlibat Narkoba di Cakung



Realita.co.id - Jakarta Aprill 2022, berdasarkan informasi dikalangan anggota yg dapat di polda metro jaya, adanya suatu penanganan Kasus Narkoba yg melibatkan para Perwira yg terkesan ditutup tutupi dan sengaja tidak di tindak Tegas. 
Dimana Pengungkapan Kasus ini
Berawal adanya informasi dr masyarakat, bahwa sering terjadi pesta narkoba yg dilakukan beberapa oknum PJR Polda Metro di Kantor PJR cakung yg dilakukan oleh oknum yg berinsial al :  AKP AS (saat itu sbg Ka induk tol jaya 3 cakung ), AKP EP (saat itu sebagai ka induk jaya 2 tol wiyoto wiyono dan sekarang sebagai kapolsek cengkareng )  IPTU AW (saat itu sbg ka induk jaya 8 kelapa gading) dan beberapa anggota PJR polda metro Jaya lain nya yang belum terkonfirmasi. Akhirnya Pada tgl 2 november 2021 pukul 22.00 dilakukan penggrebekan oleh paminal PMJ, pada saat itu ditemukan BB shabu shabu dan alat hisap bong plus cangklong. Namun Saat di tes Urin Hanya oknum AKP AS saja yang positif metha Ampetamin karena yg lain diduga belum sempat mengkonsumi.

 Sebetulnnya siapa2 saja anggota yg biasa pesta narkoba ditempat tsb Sudah dikantongi Anggota Paminal yg menggerebeg saat itu, melalui rekaman percakapan di WA nya AKP AS dan IPTU AW, namun saat itu sepertinya Sengaja Tidak menunggu peserta lain agar jumlah anggota yang terciduk Tidak terlalu banyak dan agar berita tidak semakin melebar, sehingga masalahpun tidak semakin menjadi Viral, seperti yg terjadi pada Kompol Y beserta 11 anggota Polsek Astana Anyar, yg digrebeg Di Bandung.

Adapun barang bukti yang ditemukan cukup banyak kira2 diatas 5 Gram ( sehingga secara hukum analog bila didapat lebih dari 5 Gram dapat  dikategorikan sebagai pengedar ) karena memang tersangka AS ini, dikenal  sebagai penyedia  barang haram tersebut di kalangan oknum2 PJR PMJ, serta hampir setiap ada pesta ( katanya rata2 1 minggu 3 sd 4X ) bertindak sebagai tuan rumah pesta barang Haram tsb di markas kantor induk tol jaya 3 JORR akses tanjung priok. 
Yg lebih menarik lagi menurut sumber yg bisa dipercaya  shabu tsb diduga didapat dari salah satu oknum anggota Propam PMJ, Maka Saat petugas yang melakukan penangkapan malam itu mengetahui bahwa Pengedarnya dari satu induk kesatuan , dari sinilah kasus berawal mulai di tutup tutupi, bahkan BB yg disita lebih dari 5 Gram, dianggap  hanya dibawah 0.5 G , sehingga Kategorinya dari Pengedar menjadi Pemakai.

(Dan menurut informasi dari dalam pula utk menyelesaikan masalah ini, katanya disertai kompensasi utk penyelesaianya yg nominalnya cukup besar  ) . 
Maka dg Selesainya masalah ini, Sumber Asal Barangpun tertutupi. 
Untuk itu AKP AS diarahkan untuk membuat BAP yang saling meringankan, baik bagi dirinya dan jaringan yg terlibat.  Selama negosiasi di kantor induk jaya 3 hingga dibawa ke Mapolda metro jaya , AKP AS malah diberi kesempatan untuk menghapus beberapa percakapan sehingga masalah dapat diperkecil. terbukti sejak awal proses penyidikan nomor hp milik  AKP AS selalu aktif dan dipegang sendiri oleh AKP AS (no hp 08211061xxxx )

AKP AS dlm Proses Penanganan tsb Memang dicopot dari jabatan ka PJR  induk jaya 3,  Namun hanya dalam waktu 2 minggu,  mendapat surat penugasan baru yg lebih Bagus , yakni sebagai kanit laka polres jakarta timur. Diduga pemberian jabatan ini sebagai kompensasi agar AKP AS tidak memberi informasi siapa saja perwira perwira yang terlibat dalam peredaran Narkoba di tubuh polda metro jaya.

Baru setelah TR penugasan AKP AS yang dianggap masih Bermasalah tersebut terendus media, Maka TR tersebut Dianulir kembali.
Menurut analisa kami, Bahwa Kasus pesta narkoba tersebut diselesaikan secara diam diam dan tidak dilimpahkan ke Resnarkoba polda metro jaya, untuk menutupi adanya peredaran Narkoba di kalangan para perwira di polda metro. Masalah ini sepertinya hanya akan di tangani secara internal melalui sidang Disiplin & Kode Ethik saja.

Sehingga AKP AS tidak menjadi whistle blower atas kasus yang Sesungguhnya terjadi, karena bila dibongkar pasti akan sangat menggemparkan Publik maupun Institusi Kepolisian itu Sendiri .
 Dalam Kasus ini diduga terdapat penerimaan gratifikasi dari tim yang menanganinya, dan sepertinya memang sengaja ditutupi dan Dipeti Es kan, karena bila dibongkar akan banyak melibat kan banyak Perwira lain yg sudah mulai Kecanduan Barang Haram tsb. Namun apabila tidak Segera di Bongkar Tuntas, hal ini akan Sangat Berbahaya Bagi Citra Wibawa dan Kelangsungan Generasi Polri kedepan, 
Apa jadinya kata Khalayak , jika Polisinya saja Doyan Pesta Shabu ... gimana mau menindak dan  Nangkepin Masyarakat ????
 Kemudian Apabila Barang Haram ini sudah bisa masuk dan Beredar bebas dikalangan para Perwira Polisi, hal ini merupakan  sebuah Pertanda Kemenangan Besar bagi para Bandar Narkoba di Indonesia.

Dimana menurut rumor diduga ada para oknum anggota & oknum pejabat  polri yg ikut Membekinginya, terbukti AKP AS walalupun sudah bersalah bisa dg mudahnya dapat Jabatan Baru... sekalipun akhirnya dianulir, apakah bisa mengatur jabatan begitu mudah jika tidak ada ikut campur para Pejabat tertentu yg masuk dlm jaringan tsb. 
Padahal di polda Lain seperti kompol Y Cs di Bandung , 3 Bintara Samapta pd jan 2021 di polda Maluku , 22 orang anggota di Polda Sumut,1 Bintara di Wakatobe Sultra dll Ditindak Tegas dg putusan Di Pecat atau Di PTDH. Sehingga sejali lagi , bila oknum Perwira yg Terlibat di PJR Metrojaya kali ini tidak di tindak tegas,  ada Kesan pilih kasih dan ada apa apanya , yg mengundang pertanyaan besar Publik...???


( informasi ini didapat dari anggota tim yang menangani kasus ini, yg merasa tidak sesuai dengan hati nuraninya, dan ybs takut suatu Waktu malah jadi kambing hitam apabila kasus ini sampai Terbongkar dan terendus pimpinan plus Awak Media, sehingga  berita ini menjadi viral ) 
Namun Kenyataanya Media pun sudah banyak yg tahu, hanya saat ini masih menunggu reaksi dari pimpinan Polri, jika Polri tetap Diam dan tidak menindak Tegas oknum2 jaringan Penikmat  barang haram tsb sampai keakar2nya, dan terus mempeti Es kan, maka para Awak Mediapun akan segera memviralkan dan meledakanya...mereka berharap Polri betul2 bisa Bertindak tegas dlm memerangi Narkoba ini, jangan terkesan setengah2 dan Pilih Kasih, masa kalo di Bandung , di Sumut, di Maluku, bahkan di wakatobe Sultra di Tindak Tegas tapi Di Jakarta malah di Peti Es kan, jika perlu Pecat2in aja Oknum2 Polri yg betul2 jadi Bandar dan terlibat Narkoba tsb, biar jadi Pelajaran dan membuat Jera oknum2 yg lain , karena  Peredaran Narkoba Dikalangan anggota Polri ini menurut Pemantauan masyarakat dan awak Media sudah Cukup Parah.. sehingga perlu penanganan Serius dari Pimpinan Puncak Polri, Begitu kira2 pak Informasinya, mohon mohon dg sangat segera utk Ditindak lanjuti.


Sumber : Abah Anton

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved