Jumat, 12 Agustus 2022

Oknum Anggota DPRD Sampang Bantah Lakukan Penganiayaan, Korban Ngajak Sumpah Pocong

Oknum Anggota DPRD Sampang Bantah Lakukan Penganiayaan, Korban Ngajak Sumpah Pocong


Realita.co.id,
SAMPANG - Babak baru, Setelah Ramai Diberitakan Terkait kasus Dugaan Penganiayaan Yang menjerat namanya, Oknum anggota DPRD Sampang dari fraksi PDIP berinisial IW membantah telah melakukan penganiayaan.

Menanggapi bantahan dari IW tersebut, dua orang Korban penganiayaan yakni Johan Nirwanto (35) Maskur (35) meminta IW (terduga pelaku) yang merupakan anggota anggota DPRD Sampang dari fraksi PDIP untuk melakukan sumpah.

"Saya berani sumpah pocong bahwa IW (Iwan) telah berkata bohong hanya untuk meng-counter berita yang sudah beredar. Lah orang dia mukul di depan mata saya, dikeroyok sama sekitar 5 orang," beber Johan, Jumat (12/8/2022).

Johan mengaku, Iwan juga sempat menantang duel. Johan menyebut Iwan juga memukulnya.
"Bahkan, nantang carok segala. Nggak cuma itu, saya pas mau melerai, ikut dipukul," akunya.

Menurut para korban, Iwan harusnya tak perlu membantah. Sebab, saksi dan bukti sudah jelas.
"Kalau memang  tidak merasa (menganiaya), biarlah hukum yang berbicara. Kami sudah sampaikan semuanya kepada penyidik," ungkap johan.

Johan menambahkan, bahwa penganiayaan terjadi hari Selasa (9/8) pukul 13.00 WIB. Saat itu korban tengah mengecek proyek pekerjaan saluran di Desa Waru, Kota Sampang. Kemudian para pelaku meminta bertemu di simpang tiga Jalan Desa Panggung, Kota Sampang hingga terjadilah pemukulan membabi-buta kepada korban.
Sebelumnya, Iwan Efendi buka suara terkait laporan penganiyaan ke polisi itu. Ia membenarkan bahwa memang ada pertemuan dengan korban. 

Namun, ia membantah melakukan penganiayaan.
"Memang benar ada insiden itu karena saya ada di sana. tapi kaget juga saya, masak saya sebagai anggota dewan melakukan hal yang konyol dan merugikan reputasi saya. Nggak mungkin seceroboh itu," kata Iwan saat memberi klarifikasi soal kejadian itu.

Iwan mengaku, peristiwa penganiayaan tersebut bukan soal pekerjaan proyek saluran miliknya seperti pengakuan korban. Iwan ada di sana untuk melerai karena sebelumnya dia menerima ada informasi terkait adanya beberapa orang yang emosi.
"Justru saya hadir di sana agar situasi bisa dikendalikan. Jadi saya betul-betul tidak tahu karena kejadiannya sangat cepat," ungkap Iwan.

(Ali/Makki)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved