Jumat, 21 Oktober 2022

Catat! 21-23 Oktober Ada Festival Bunga dan Buah Nusantara di Alun-alun Kota Bogor

Catat! 21-23 Oktober Ada Festival Bunga dan Buah Nusantara di Alun-alun Kota Bogor


Realita.co.id,
IPB University bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) mengadakan Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2022 yang dilaksanakan 21 hingga 23 Oktober 2022 di Alun-alun Kota Bogor.


Acara pembukaan FBBN 2022 ini dibuka langsung Perwakilan dari IPB University, Pemkot Bogor, perwakilan Kementerian Pertanian, Perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, serta perwakilan sponsor, Jumat (21/10/2022).

Kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Agronomi IPB University ini mengangkat tema The Revival Spirit of Nusantara Flowers and Fruits yang menunjukkan semangat kebangkitan bunga dan buah lokal untuk kembali berjaya pasca pandemi.

Selain itu, event tahunan ini bertujuan untuk meningkatkan dan membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap buah dan bunga nusantara.

Pembina FBBN 2022, Syarifah Lis Aisyah menceritakan, Festival Bunga dan Buah Nusantara pertama kali digelar di Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor pada tahun 2014. 

Dengan berbagai dinamika yang ada, kemudian di tahun 2016 pernah menjadi Fruit Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta.

Setelah itu di tahun 2017 kemudian pernah menjadi Florikultura Indonesia dan dilaksanakan di Kampus Baranangsiang IPB, Kota Bogor.

"Festival ini kembali bernama Festival Bunga dan Buah Nusantara pada tahun 2019 yang diadakan di Stadion Pakansari Bogor," katanya.

Kegiatan FBBN ini sempat vakum di tahun 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19.
Setelah masa-masa itu, pada tahun ini FBBN kembali bangkit untuk memberi semangat kepada penggiat bunga dan buah.

"Pada FBBN yang digelar selama tiga hari ini ada 50 peserta yang mengisi stand tanaman dan buah serta stand kuliner dan berbagai stand lainya," katanya.

Dalam FBBN 2022 ini juga diadakan berbagai perlombaan, diantaranya perlombaan buah alpukat unggul yang pemenangnya akan diumumkan di akhir acara kegiatan.

Pada kesempatan ini panitia pun menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemkot Bogor dan berbagai sponsor.

Kegiatan FBBN ini diharapkan ada sebuah gerakan lokal dalam mencintai dan membudayakan mengkonsumsi produk lokal dengan menghadirkan berbagai buah dan bunga lokal.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, di Kota Bogor ada beberapa buah yang sering dianggap sebagai buah khas Bogor seperti buah Bisbul, kesemek dan pala.

Meski dalam perjalanannya buah tersebut berasal dari wilayah luar Indonesia, namun pohon buah tersebut dulunya banyak sekali ditemui di wilayah Bogor.

Sesuai tema dan tujuan FBBN, Bima Arya berharap apa yang ada dalam FBBN tersebut semuanya merupakan produk lokal yang artinya diproduksi dari dalam negeri.

"Ini PR kita semua (mempromosikan dan mencintai buah lokal). Bayangkan kalau setiap acara-acara tingkat kementerian, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa disodorkan buah, tapi buahnya beli di outlet yang isinya impor, ini tragis sekali menurut saya," katanya.

Padahal kata Bima Arya, kualitas produk buah dan bunga lokal sama seperti produk impor. 

"Dari segi rasa buah itu tidak kalah kita. Yang kalah itu dari sisi kemasan dan distribusi," ujarnya.

Jika buah-buah nusantara ini tidak dipromosikan dan tidak kembali dikenalkan ke masyarakat, Bima Arya khawatir buah-buah lokal yang langka akan seperti mobil antik yang hanya bisa disaksikan di pameran ataupun di rumah pemiliknya masing-masing.

"Jadi tragis kalau bunga dan buah nusantara itu hanya ada di festival dan tempat-tempat tertentu," katanya.

Dari sisi produksi, Kota Bogor tidak memiliki sentra penghasil buah dalam jumlah yang sangat banyak.
Namun kata Bima Arya, Kota Bogor memiliki banyak tempat yang bisa dijadikan sebagai etalase untuk promosi buah-buah nusantara.

"Kita ini bukan wilayah produksi tapi showcasenya etalasenya bisa banget di sini. Kita punya banyak potensi untuk menjadi showcasenya," ujarnya.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Makro Kementerian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto mengatakan, saat ini pemerintah sedang menjalankan program dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk pertanian di indonesia, baik di pasar lokal maupun ekspor.

"Sehingga diharapkan bisa menciptakan terobosan terhadap permasalahan-permasalahan yang masih dihadapi terkait sektor tanaman hias dan buah-buahan," kataya.

Dari catatan yang ada kata dia, potensi buah dan bunga dalam negeri sangat besar, karena antara permintaan dan produksi masih belum seimbang.

"Dan di dalam data catatan yang saya punya tanaman hias kita baru bisa memenuhi sekitar 0,01 persen permintaan pasar dunia. Saat ini peluang pasar dunia masih didominasi Thailand dan Belanda. Ini jadi tantangan bagi kita, terlebih bangsa kita memiliki potensi dengan kondisi iklim berbagai tanaman bisa tumbuh," ujarnya.

Untuk itu pihaknya mengajak semua pelaku industri tanaman hias dan buah-buahan untuk terus menerus berupaya mengembangkan sektor ini agar bisa memiliki nilai tambah di tahun mendatang. 

"Kalau bicara buah-buahan data BPS menyebut ekspor buah di Indonesia baru mencapai Rp 6 Triliun. Walaupun ini menunjukan angka kenaikan dibanding 2018, tapi tentu ini masih terus bisa bertambah di masa mendatang," katanya.

Di lokasi yang sama, Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Kerja Sama dan Hubungan Alumni, Prof. Dodik Ridho Nurrachmat mengatakan terima kasihnya atas dukungan dari berbagai pihak.

Ia menyebut negara tropis seperti Indonesia memiliki keunggulan dalam bunga dan buah. Untuk itu kata dia, festival ini memiliki tema besar tentang buah dan bunga

"Buah dan bunga ini adalah salah satu komoditas yang menghasilkan potensi profit tertinggi di bidang pertanian," sebutnya.

"Seperti buah yang kelapa yang ada di festival tersebut yang menggunakan teknologi kultur jaringan sehingga memastikan bahwa kelapa tersebut adalah kelapa kopyor," kata Prof. Dodik Ridho Nurrachmat.

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved