Jumat, 07 Oktober 2022

Pasien Meninggal Setelah Jalani Perawatan Di RS BSH Bogor Terus Menjadi Sorotan, Begini Reaksi Dinkes Kota Bogor Kota Bogor - Meninggalnya Putri dari H. Hermawan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Jawa Barat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bogor Senior Hospital (BSH) yang berlokasi di Jl. Raya Tajur No.168, Muarasari, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik. Pasalnya, dari kronologis kejadian meninggalnya anak perempuan dari H. Hermawan 23/9/2022 ada indikasi kesalahan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak RS. BSH Bogor. Kejadian ini masih tanda tanya besar, pada tanggal 26 September 2022, sekitar pukul 14.00 WIB, Hermawan dan keluarga mendatangi RS BSH untuk meminta klarifikasi dan tabayun. Adapun pihak RS yang datang adalah dr. Analysa Sp.A, kepala perawat dan 2 orang tim manajemen RS BSH. Dari hasil klarifikasi tersebut ditemukan dugaan kesalahan tindakan medis yang tidak sesuai sebagaimana mestinya. Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik, Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Orang tua Korban (H.Hermawan) datang awak media tergabung Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kembali mendatangi Rumah Sakit Senior Hospital (RS.BSH) untuk meminta keterangan Pers. Namun pihak RS BSH tidak ada dilokasi. Dengan kejadian tersebut awak media coba meminta keterangan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Bogor). Dalam wawancara singkat melakukan pesan whatsapp dr. Erna Nuraeni selaku Sekretaris Dinas Kesehatan ( Sekdis Dinkes) Kota Bogor mengatakan, "Kemarin Dinkes telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga dan laporan kronologis dari pihak BSH. Proses selanjutnya sesuai regulasi, akan dilakukan klarifikasi dan mediasi," Ujan dr. Erna. 7/10/22. Saat ditanya terkait sanksi jika meninggalnya pasien karena kelalaian RS, dr. Erna mengatakan akan melakukan Tindaklanjut sesuai regulasi yang berlaku sesuai UU Praktek kedokteran & PP penyelenggaraan perumahsakitan. Adi/RT/PWRI

Pasien Meninggal Setelah Jalani Perawatan Di RS BSH Bogor Terus Menjadi Sorotan, Begini Reaksi Dinkes Kota Bogor  Kota Bogor - Meninggalnya Putri dari H. Hermawan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Jawa Barat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bogor Senior Hospital (BSH) yang berlokasi di Jl. Raya Tajur No.168, Muarasari, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik.    Pasalnya, dari kronologis kejadian meninggalnya anak perempuan dari H. Hermawan 23/9/2022 ada indikasi kesalahan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak RS. BSH Bogor.   Kejadian ini masih tanda tanya besar, pada tanggal 26 September 2022, sekitar pukul 14.00 WIB, Hermawan dan keluarga mendatangi RS BSH untuk meminta klarifikasi dan tabayun.   Adapun pihak RS yang datang adalah dr. Analysa Sp.A, kepala perawat dan 2 orang tim manajemen RS BSH. Dari hasil klarifikasi tersebut ditemukan dugaan kesalahan tindakan medis yang tidak sesuai sebagaimana mestinya.  Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik, Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Orang tua Korban (H.Hermawan) datang awak media tergabung Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kembali mendatangi Rumah Sakit Senior Hospital (RS.BSH) untuk meminta keterangan Pers.  Namun pihak RS BSH tidak ada dilokasi.   Dengan kejadian tersebut awak media coba meminta keterangan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Bogor).  Dalam wawancara singkat melakukan pesan whatsapp dr. Erna Nuraeni selaku Sekretaris Dinas Kesehatan ( Sekdis Dinkes) Kota Bogor mengatakan,  "Kemarin Dinkes telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga dan laporan kronologis dari pihak BSH. Proses selanjutnya sesuai regulasi, akan dilakukan klarifikasi dan mediasi," Ujan dr. Erna. 7/10/22.  Saat ditanya terkait sanksi jika meninggalnya pasien karena kelalaian RS, dr. Erna mengatakan akan melakukan Tindaklanjut sesuai regulasi yang berlaku sesuai UU Praktek kedokteran & PP penyelenggaraan perumahsakitan.   Adi/RT/PWRI


Realita.co.id
, Kota Bogor - Meninggalnya Putri dari H. Hermawan selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPD PWRI) Provinsi Jawa Barat setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bogor Senior Hospital (BSH) yang berlokasi di Jl. Raya Tajur No.168, Muarasari, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat, terus menjadi sorotan publik.  

Pasalnya, dari kronologis kejadian meninggalnya anak perempuan dari H. Hermawan 23/9/2022 ada indikasi kesalahan penanganan medis yang dilakukan oleh pihak RS. BSH Bogor. 

Kejadian ini masih tanda tanya besar, pada tanggal 26 September 2022, sekitar pukul 14.00 WIB, Hermawan dan keluarga mendatangi RS BSH untuk meminta klarifikasi dan tabayun. 

Adapun pihak RS yang datang adalah dr. Analysa Sp.A, kepala perawat dan 2 orang tim manajemen RS BSH. Dari hasil klarifikasi tersebut ditemukan dugaan kesalahan tindakan medis yang tidak sesuai sebagaimana mestinya.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan publik, Hari Senin Tanggal 03 Oktober 2022 Orang tua Korban (H.Hermawan) datang awak media tergabung Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) kembali mendatangi Rumah Sakit Senior Hospital (RS.BSH) untuk meminta keterangan Pers. 
Namun pihak RS BSH tidak ada dilokasi. 

Dengan kejadian tersebut awak media coba meminta keterangan dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes Kota Bogor).

Dalam wawancara singkat melakukan pesan whatsapp dr. Erna Nuraeni selaku Sekretaris Dinas Kesehatan ( Sekdis Dinkes) Kota Bogor mengatakan,

"Kemarin Dinkes telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga dan laporan kronologis dari pihak BSH. Proses selanjutnya sesuai regulasi, akan dilakukan klarifikasi dan mediasi," Ujan dr. Erna. 7/10/22.

Saat ditanya terkait sanksi jika meninggalnya pasien karena kelalaian RS, dr. Erna mengatakan akan melakukan Tindaklanjut sesuai regulasi yang berlaku sesuai UU Praktek kedokteran & PP penyelenggaraan perumahsakitan. 

Adi/RT/PWRI

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved