Jumat, 18 November 2022

Babinsa dan Pasiter se Solo Raya mengikuti Sosialisasi dan KIE Program Penurunan Stunting di Kodim 0726/Sukoharjo

Babinsa dan Pasiter se Solo Raya mengikuti Sosialisasi dan KIE Program Penurunan Stunting di Kodim 0726/Sukoharjo


Realita.co.id,
Sukoharjo, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E memberikan sambutan dan mengikuti rangkaian kegiatan Promosi dan KIE Program percepatan Penurunan Stunting BKKBN Propinsi Jawa Tengah Bersama Mitra Kerja TNI dari Kodim 0726/ Sukoharjo, Jumat (18/11/22). 


Kegiatan digelar di Makodim 0726/Sukoharjo diikuti oleh 300 peserta diantaranya para Pasiterdim jajaran Korem 074/WRT dan para perwakilan Babinsa dari masing-masing Kodim jajaran Korem 074/WRT  serta perwakilan dari anggota Persit KCK Cabang XLVII Dim 0726/Sukoharjo. 

Hadir dalam kegiatan Letkol Inf Latif Japar (Pabanya Bakti TNI Kodam IV Diponegoro), Kasdim 0726/Skh, Ibu Nasri (Katim Pokja Advokasi Penggerakan dan Informasi perwakilan BKKBN Prov. Jateng) dan Ibu IR. Proboningsih Dwi Danarti (Kepala Dinas PPKBP3A Kab. Sukoharjo). 

Dalam sambutannya Letkol Czi Slamet Riyadi, S.E (Dandim 0726/Sukoharjo) menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan Sosialisasi ini adalah untuk memberikan dan meningkatkan pengetahuan peserta, tentang Stunting dan penyebab gejalanya, meningkatkan pengetahuan tentang resiko tinggi dan pengenalan tanda kelahiran pada kehamilan. 

Harapan menuju Indonesia emas stunting tidak ada, dan Indonesia siap menghadapi kemajuan dan semua bayi tumbuh sehat dan bisa menumbuhkan generasi yang baik dari kita. 

"Kepada para Babinsa selesai dari sini bisa mengaplikasikan kepada masyarakat di desa binaannya bagaimana cara yang baik dan benar dalam menangani stunting bersinergi dengan dinas terkait," ungkap Dandim. 

Sedangkan Ibu Nasri mengungkapkan Penyebab stunting bisa dikarenakan oleh gizi buruk, sakit terus menerus dan tidak kalah penting sanitasi dan kebersihan lingkungan. 

"Bayi harus diberikan ASI ekslusif selama 6 bulan dan sebaiknya ibu-ibu berKB setelah melahirkan agar tidak terjadi sundulan, dan KB sangat berpengaruh dalam stunting, serta pemberian imunisasi secara teratur," tukas bu Nasri. 

Sedangkan Ibu IR. Proboningsih Dwi Danarti berharap, tidak hanya program KB saja dan saat ini juga ada program bangga kencana, diharapkan para Babinsa harus bisa berkolaborasi dengan penyuluh KB di desa-desa serta mendampingi dalam pelaksanaan pembinaan KB di desa binaannya. 

Sementara itu Letkol Inf Latif Japar mengingatkan bahwa Tugas TNI adalah sebagai pendamping dalam pelaksanaan kegiatan KB dalam menangani stunting dan kita diharapankan bisa memberikan informasi kepada masyarakat terutama di desa yang tidak terjangkau. 

Kapten Inf Ismail (Pasi Ter Kodim 0726/Sukoharjo) mewakili para Pasi Ter se Soloraya mengingatkan para Babinsa harus faham serta berkoordinasi secara baik dengan bidan serta warga masyarakat terkait dengan stunting, agar generasi kita kedepan bisa lebih baik dari kita. 

"Babinsa diharapkan bisa melaporkan kepada Danramil jika mendapatkan warganya ada yang stunting dan apa yang harus dilakukannya, Stunting jangan sampai bertambah dan peran Babinsa bisa bermanfaat untuk masyarakat," ungkap Pasiter. 

Selama kegiatan Promosi dan KIE Program percepatan Penurunan Stunting di Makodim 0726/ Sukoharjo berjalan dengan lancar. Diakhir kegiatan dilaksanakan kegiatan ramah tamah serta pengundian doorprize bagi para peserta kegiatan.

(Agus Kemplu)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved