Kamis, 24 November 2022

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi, Kakon Petai Kayu Diibaratkan Manusia Bertangan Besi

Diduga Tidak Menjalankan Tupoksi, Kakon Petai Kayu Diibaratkan Manusia Bertangan Besi



Realita.co.id
, Tanggamus - Ibarat kata pepatah BAGAIKAN AYAM KEHILANGAN INDUK " pepatah lama ini kiranya pas untuk menggambarkan keadaan situasi dan kondisi yang di alami oleh Masyarakat pekon (desa) Petai kayu kecamatan Ulubelu kabupaten Tanggamus Lampung.


Bagaimana mana tidak, tumpuan dan harapan mereka  kepada BHP ( badan himpunan pemekonan ) yang selama ini mereka pilih sebagai wakil mereka di pekon untuk mengawal pembangunan di pekon  telah pupus, karena tidak menjalankan tugas dan fungsi nya dengan baik, tapi sayang  ternyata harapan yang tinggal satu satunya kepada aparat pekon pun kini kandas sudah .

Pasalnya bukan hanya BHP yang di kebiri kewenangan nya oleh kepala pekon, tetapi aparat pekon pun tidak diberdayakan sesuai dengan bidang dan tugasnya masing-masing.
   
Hal ini terbukti ketika awak media wawancara dengan kaur perencanaan , dia tidak dapat menjelaskan dengan baik terkait  jenis atau item kegiatan dan berapa nilainya, pasal Riki  di angkat jadi kaur perencanaan sejak tahun 2020" terus terang saja bang, bagaimana bisa tahu karna  kami tidak di libat kan seutuhnya , " ujar Riki.

Hal senada juga di sampaikan oleh Meri  selaku kaur kesra. ini semua karna Tarman di dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayah nya .seolah bertangan besi, hanya orang orang nya saja yang di beri tugas dan kewenangan.

Sangat lah wajar jika masyarakat setempat merasa kecewa dengan kepemimpinan Tarman di periode kedua jabatan nya. 
 Masyarakat menilai Tarman dan orang orang tidak transparan dalam mengelola dana desa.

Bahkan Tarman telah di anggap ingkar janji pada janji janji politik nya saat pencalonan
 " Waktu pencalonan dulu , Tarman telah menanda tangani kesepakatan dengan 40 oang lebih tokoh tokoh masyarakat sini , dimana dalam kesepakatan tersebut Tarman berjanji jika dirinya terpilih sebagai kepala pekon dirinya akan transparan dan akan selalu mengedepan kan musyawarah di dalam menentukan kebijakan untuk membangun pekon , tapi ternyata komitmen itu hanya bertahan  beberapa bulan saja , setelah itu sekarang sudah maunya sendiri ," ujar dua orang tokoh masyarakat ini  dimana mereka  termasuk tokoh masyarakat yang ikut menanda tangani  kontrak politik dengan Tarman 
 " Tolong nama kami mereka  tidak usah di cantum ya mas. Soalnya kami hawatir akan memicu emosi yang lainnya, karena masyarakat sekarang dah  gerah dengan polah kepimpinan Tarman. Tapi kami  masih memberikan waktu kepada pak lurah , semoga cepat berubah sehingga pekon ini akan lebih baik " harap mereka.

Dan sungguh tidak di sangka jawaban yang di sampaikan oleh Tarman , kepada wartawan ketika di hubungi lewat telepon seluler menyangkut kondisi masyarakat nya saat ini ". Bukan tidak berdayakan tapi memang mereka tidak mampu untuk  mengerjakan nya. Makanya saya serahkan dengan sekdes dan bendahara " ujar nya pendek.

Padahal jika dia selaku kepala pekon memberikan pelatihan dan kesempatan yang sama kepada bawahan nya tentunya kondisi yang memperohatin kan saat ini tidak akan terjadi. 

(Maulani/Sunadi)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved