Rabu, 16 November 2022

Forkopimpka Tanggulangin, BPBD Sidoarjo, dan Pemdes Penatarsewu Melakukan Peninjauan Sungai Hingga Laut

Forkopimpka Tanggulangin, BPBD Sidoarjo, dan Pemdes Penatarsewu Melakukan Peninjauan Sungai Hingga Laut


Realita.co.id
, Sidoarjo - Sebanyak 20 orang rombongan Forkopimpka Tanggulangin dari Camat, Kapolsek, Danramil, beserta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, dan Pemerintah Desa Penatarsewu, melakukan penyisiran sepanjang sungai Penatarsewu, hingga menuju laut kawasan Dusun Kalialo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Srlasa (15/11/2022) kemarin siang menggunakan perahu.


Menurut Sobirin (40) warga Dusun Kalialo, Desa Kupang mengatakan, pendangkalan sungai ini sudah lama hampir 50 Tahun tidak tersentuh normalisasi oleh Dinas terkait ditingkat Kabupaten, maupun ditingkat Propinsi Jawa Timur. Memang usulan-usulan dari warga Dusun Kalialo, menginginkan normalisasi berupa penyedotan lumpur. " saya kira jika normalisasi menggunakan mesin ekskavator hasilnya tidak bisa maksimal, " ujarnya.

Diakui Sobirin, pemukiman warga Dusun Kalialo ini jaraknya cukup dekat dengan pesisir (laut). Tidak dimungkinkan jika air pasang itu, dipastikan masuk ke rumah-rumah warga. Kami berharap segera dilakukan pengerukan, atau penyedotan lumpur. Jarak tempuh antara Desa Penatarsewu sampai Dusun Kalialo, melalui jalur air mencapai 2 kilometer dan membutuhkan waktu 2 jam, tambahnya.

Semetara menurut Camat Tanggulangin Sabino Mariano menjelaskan dalam penyisiran disepanjang sungai ini, dari Desa Penatarsewu hingga ke muara sungai (laut) diwilayah Jabon. Tidak dipungkiri banyak ditemukan pendangkalan-pendakalan dibeberapa titik, ucapnya.

Faktor-faktor sebab pendangkalan sungai, kata Sabimo Mariano. Rata-rata diduga petani atau pengelolah tambak, berada disisi utara sungai dan selatan sungai melakukan pembuangan air. Sehingga lumpur tersebut terbawa aliran air menuju kesungai, karena jaraknya cukup dekat.


Selain itu selama menempuh perjalanan, dari atas perahu , nampak tiang-tiang penyangga jembatan yang  menghubungkan tersebut. Terdapat banyak tumbuhan enceng gondok, sampah yang menyangkut. Sehingga tidak dimungkinkan terjadinya endapan lumpur

 " Tujuan kami melakukan penyisiran sepanjang  sungai ini, tidak lain adalah bentuk antisipasi saluran. Dikarenakan beberapa tempat,  diwilayah Kecamatan Tanggulangin kerap mengalami banjir ketika musim hujan. Diharapkan segera adanya pemeliharan sungai atau normalisasi. Hasil-hasil peninjauan ini nanti akan ditindak lanjuti ke tingkat Kabupaten Sidoarjo, " pungkas Sabino Mariano. (Symsul/A6)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved