Sabtu, 19 November 2022

Kepala Desa Bulusari Pesta Ngunduh Mantu

Kepala Desa Bulusari Pesta Ngunduh Mantu


Realita.co.id,
Pesta Ngunduh Mantu Pada Hari Sabtu Tanggal 19 Oktober 2022 Puncak resepsi jam 9.30 Wib Ngunduh mantu yang digelar keluarga Pasangan Suami Istri (Pasutri ) H.Achmad Tuin & Hj.Siti Nurhayati selaku Kepala Desa Bulusari bertempat di Dusun Jurangpele 2 Desa Bulusari Kecamatan Gempol.Kab.Pasuruan, acara resepsi yang berlangsung ribuan undangan.Mulai dari RT/ RW, seluruh Perangkat Desa Bulusari hingga Muspika Gempol,dan anggota DPRD se- Kab.Pasaruan dan Anggota DPRD.Provinsi Jatim Fraksi Partai PDI Edy Paripurna serta Bupati Kab.Pasuruan Irsyad Yusuf serta Wakil Bupati Mujib Imron.serta jajaran forkopimda Kab.Pasuruan dan AKD se- Kecamatan Gempol yang dipimpin oleh Kepala Desa Winong Suyanto.dan Toga/Tomas beserta warga setempat.dan para pengusaha.


     Pasangan Suami Istri (Pasutri ) H.Achmad Tuin & Hj.Siti Nurhayati  bersama keluarga terlihat sangat bahagia. Dalam sambutan penerimaannya ia tak henti-hentinya menyampaikan terima kasih.“Terima kasih tak terhingga kepada para undangan yang sudah hadir di pernikahan anak kami,” Pada kesempatan ini, H.Achmad Tuin menuturkan sengaja ingin menghadirkan suasana yang berbeda dari acara nguduh mantu ini dengan keanekaragamannya dihadirkan dalam pesta pernikahan anak kami yang pertamanya ini.Selain itu, pesta pernikahan Anak Pasangan Suami Istri (Pasutri ) H.Achmad Tuin & Hj.Siti Nurhayati  Anak kami M.Fadli Ulin Nuha & Desi Jayanti Anak dari Pasangan Suami Istri (Pasutri )H.Warianto & Hj Suhartatik dari Daerah Situbondo Jatim.Acara selanjutnya Acara Sungkeman merupakan salah satu rangkaian dari acara panggih atau upacara pernikahan adat Jawa yang dilakukan setelah ijab kabul. Sungkeman termasuk ritual yang sakral karena berkaitan dengan orangtua kedua mempelai.Merujuk  Pengantin sungkeman atau pangabekten melambangkan bakti dan rasa cinta kasih anak kepada kedua orang tua.Melalui ritual ini, kedua mempelai menghaturkan sembah serta sungkem dengan tulus. Selain kepada kedua orangtua, sungkeman juga dilakukan kedua belah pihak.Orangtua duduk di kursi mempelai, kemudian pasangan melakukan sungkem dengan cara berlutut di hadapan mereka. Ritual ini dilakukan dengan urutan; mempelai wanita sungkem kepada ayah dan ibunya dan disusul mempelai pria. Setelahnya, mempelai wanita sungkem kepada mertua, disusul oleh mempelai pria.Saat sungkeman berlangsung, biasanya pemandu acara juga mengucapkan beberapa kalimat pengiring. Nah, berikut contoh Selain sungkeman, ada beberapa ritual yang kerap menghiasi pernikahan adat jawa. Berikut adalah rincian serta urutan ritual pernikahan adat Jawa seperti 1. Keprok (menyentuhkan kembar mayang ke bahu mempelai laki-laki) Kembar mayang disentuhkan ke tubuh pengantin pria dengan makna untuk membuang sial yang ada dalam tubuhnya. Kembar mayang memiliki simbol harapan agar kedua mempelai selalu memiliki cita-cita yang tinggi (seperti gunung pada kembar mayang).2. Melempar gantal (sirih yang diisi tembakau, gambir, dan kapur sirih) Daun sirih memiliki dua sisi berbeda warna. Hal itu melambangkan, meskipun kedua mempelai berbeda, baik sifat hingga kepribadian, namun dapat menjadi satu kesatuan melalui pernikahan..3 Sungkeman adalah ungkapan rasa terima kasih kedua mempelai kepada orangtua yang telah merawat dari bayi hingga dewasa.4. Kacar kucur Kacar kucur bermakna pemberian nafkah dari suami kepada istri.5. Dhahar kembul Dhahar kembul adalah prosesi suap-suapan dengan nasi “golong” yang berbentuk bundar dan bermakna kedua mempelai telah bertekad membangun rumah tangga.Bunda, Ayahanda, hari ini kami hendak bersatu, mengayunkan langkah bersama menuju gerbang pernikahan. Dengan doa serta restu Bunda dan Ayahanda, kami mantap melangkah. Terima kasih atas hidup yang begitu indah, masa kecil yang tak pernah terlupakan, masa remaja yang masih ada dalam ingatan. Terimakasih atas segala bimbingan Bunda, terima kasih atas segala nasihat Ayahanda. Terima kasih atas ketulusan kasih sayang yang tiada lekang dipupus waktu. Terima kasih Bunda, terima kasih Ayahanda sesampai itu Abah Tuin & Hj Siti Nurhayati selaku Kepala Desa Bulusari sampai mengeluarkan air mata sangat terharunya melihat anak-anak kami ini,Sungkeman adalah ungkapan rasa terima kasih kedua mempelai kepada orangtua yang telah merawat dari bayi hingga dewasa." Papar  H.Achmad Tuin & Hj.Siti Nurhayati


     Mustain Billah S.Pd selaku Modin Desa Bulusar Ucapan Selamat Menempuh Hidup Baru kepada Mempelai berdua, semoga jadi Keluarga yang Sakinah , Mawadah dan warohmah. doa dari warga masyarakat dan segera diberikan momongan Amin.Pesta Ngunduh Mantu yang digelar keluarga Pasangan Suami Istri (Pasutri ) H.Acgmad Tuin & Hj.Siti Nurhayati Selaku Kepala Desa Bulusari,Acara resepsi ngunduh mantu ini terbilang mewah. Dengan sentuhan dekorasi yang memadukan modern dan tradisional.
Tak heran jika keluarga besar untuk mempersiapkan acara ini adalah pernikahan yang luar biasa. Ini pernikahan yang menyatukan kita semua, dari segala makanan, adat budaya, pakaian, yang Indonesia banget. Kita semua bersyukur. Semoga mulai dari sini akan berlanjut pernikahan atau resepsi-resepsi yang beragam-ragam. Jadi akan terjadi perbedaan yang kita sepakati akan berjalan dengan baik. Salam bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia,.“ Ini pesta rakyat, ini pesta bareng-bareng,”


Acara resepsi ngunduh mantu ini terbilang mewah. Dengan sentuhan dekorasi yang memadukan modern dan tradisional.Tetap menerapkan Prokes dan mengambil konsep Natural Etnik Nusantara, mulai dari layout, elemen estetika pedesaan, kuliner tradisional dari UMK, tata rias dan busana yang dipakai bernuansa Jawa, tampak para tamu mengenakan busana seragam sesuai adat Nusantara. Diantaranya adat Jawa, Selain itu, pesta pernikahan M.Fadli Ulin Nuha & Desi Jayanti itu juga menjadi pesta rakyat. Di perhelatan itu berbagai kuliner dari pelaku UMKM di sediakan untuk tamu undangan yang hadir.Mulai dari Cendol Dawet, Sate Kambing, Bakso, Sate Sapi, ,Tamu undanganpun bebas memilih menu makanan yang disajikan senang dengan hajatan pernikahan, baik pakaian Perangkat Desa Bulusari dengan seragam batik wujut guyub"Ini adalah pernikahan yang luar biasa. Ini pernikahan yang menyatukan kita semua, dari segala makanan, adat budaya, pakaian, yang Indonesia banget. Kita semua bersyukur. Semoga mulai dari sini akan berlanjut pernikahan atau resepsi-resepsi yang beragam-ragam. Jadi akan terjadi perbedaan yang kita sepakati akan berjalan dengan baik. Salam bhinneka tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia,Tambahnya  Bagi penganten berdua  Sabar Taat Musyawaroh Jujur ( STMJ ) disertai Hiburan Orkes Ardilla malamnya penutup acara Doa "Tutup Mustain Billah S.Pd ( samsul /A-6 )












.
.

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved