Kamis, 03 November 2022

PENYERAHAN BANTUAN PANGAN KEGIATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN PANGAN UNTUK MASYARAKAT YANG TERKENA BENCANA ALAM DAN GIZI KURANG DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022

PENYERAHAN BANTUAN PANGAN KEGIATAN PENANGANAN DAERAH RAWAN PANGAN UNTUK MASYARAKAT YANG TERKENA BENCANA ALAM DAN GIZI KURANG DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN BOGOR TAHUN 2022


Realita.co.id
, Kabupaten Bogor - Ketahanan pangan telah menjadi salah satu variabel strategis dalam pembangunan ekonomi nasional dan masih perlu mendapat perhatian. Perubahan iklim sebagai akibat dari pemanasan global merupakan keniscayaan yang telah, sedang dan akan terjadi. Variasi cuaca/iklim sangat mempengaruhi prakiraan musim tanam dan panen, sistem distribusi pasokan benih dan hasil panen sehingga menimbulkan potensi permasalahan di sistem ketahanan pangan. Selain itu perubahan iklim yang ekstrem juga meningkatkan potensi terjadinya bencana yang menyebabkan kondisi rawan pangan. Berdasarkan hasil analisis FSVA dan analisis SKPG masih banyak kejadian rawan pangan di berbagai daerah di tanah air yang bersifat kronis terjadi sepanjang waktu dan transien yang terjadi secara mendadak.



Kabupaten Bogor memiliki sumberdaya alam yang kaya dan beranekaragam. Namun berbanding lurus dengan potensi sumberdaya alamnya Kabupaten Bogor juga memiliki potensi bencana alam cukup tinggi. Kejadian Rawan Pangan Transien adalah kondisi atas ketidakmampuan suatu wilayah untuk memperoleh pangan yang cukup dan sesuai untuk hidup sehat dan berakvitas dengan baik akibat bencana alam dan non alam. Untuk itu perlu dilaksanakan kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP).


Kegiatan ini sebagai bentuk pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2015 Tentang Ketahanan Pangan dan Gizi pasal 41 yang mengamanatkan bahwa pemerintah wajib untuk melakukan tindakan pencegahan terjadinya krisis pangan akibat kondisi rawan pangan pasca bencana. Dan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2019 tentang ketahanan pangan daerah Pasal 26 berbunyi pemerintah daerah berkewajiban menanggulangi kerawanan pangan yang terjadi di masyarakat.

Berkaitan dengan hal diatas pada tahun 2022 Dinas Ketahanan Pangan melalui Kegiatan Penanganan Kerawanan Pangan Kewenangan Kabupaten/Kota. Pada tahun 2022 Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan Dinas Ketahanan Pangan sebanyak 1400 paket. Sasaran dari kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan ini adalah masyarakat yang mengalami rawan pangan di wilayah Kabupaten Bogor, sedangkan tujuan Kegiatan Penanganan Daerah Rawan Pangan adalah:
 
 
1. Mencegah terjadinya rawan pangan
2. Menanggulangi kejadian rawan pangan transien
3. Meningkatkan kemampuan petugas dan masyarakat dalam mengatasi kejadian rawan pangan dan gizi kurang.

Penyaluran bantuan pangan tahap pertama dilakukan pada tanggal 18-19 Oktober 2022 di 3 Kecamatan dan 5 Desa yang terdampak rentan rawan pangan sebanyak 850 paket berupa beras, abon, baby fish, rendang dengan rincian sebagai berikut :
- Kecamatan Pamijahan sebanyak 456 paket
- Kecamatan Leuwiliang sebanyak 364 paket
- Kecamatan Nanggung sebanyak 30 paket

Untuk tahap selanjutnya akan disalurkan sebanyak 550 paket untuk 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Babakan Madang, Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Megamendung yang rencananya akan diserahkan pada akhir Bulan November.


Melalui bantuan Penanganan Daerah Rawan Pangan (PDRP) yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kab. Bogor diharapkan kebutuhan pangan korban terdampak bencana alam  dan gizi kurang dapat terpenuhi sehingga dapat menurunkan kerawanan pangan di Kabupaten Bogor. Disamping itu diharapkan Pemerintah baik ditingkat Kecamatan dan Desa dapat turut serta dalam upaya penanganan kerawanan pangan di Kabupaten Bogor melalui berbagai macam kegiatan yang bersumber dari dana desa.
 

Red/Adi RLT

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved