Sabtu, 03 Desember 2022

Pemdes Panggreh Gelar Ruwat Desa, Warga Antusias Padati Kantor Balai Desa

Pemdes Panggreh Gelar Ruwat Desa, Warga Antusias Padati Kantor Balai Desa


Kepala Desa Panggreh H. Muchamat Zainul (baju putih), bersama warga dalam rangka Ruwat Desa

Sidoarjo, (Realita.co.id) - Pemerintah Desa Panggreh, Kecamatan Jabon menggelar Ruwat Desa, menampilkan pagelaran kesenian Ludruk Gelora Budaya, asal Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Mojokerto dengan lakon " Sunan Kalijogo " dipusatkan pada kantor balai desa setempat. Hal kegiatan ini langsung diprakarsai oleh Kepala Desa Panggreh H. Muchamat Zainul,. Sontak disambut antusias warga sekitar dan memadati lokasi. Nampak pula hadir Forkopimpka Kecamatan Jabon, Sabtu (03/12/2022) malam.


Menurut Kepala Desa Panggreh H. Muchamat Zainul menjelaskan kegiatan ruwat desa adalah sebagai bentuk wujud rasa puji syukur kehadirat Alloh SWT. Telah mana memberikan, melimpahkan rezeki, kesehatan, serta menjauhkan segala dari malah petaka dan bahaya. Khususnya kami aparatur desa, bseserta seluruh lapisan masyarakat Desa Panggreh, ucapnya.

Diakui H. Muchamat Zainul, sebelum kegiatan Ruwat Desa atau Sedekah Bumi ini digelar. Kami bersama-sama aparatur desa, lembaga-lembaga yang ada melakukan koordinasi dan sepakat awal pagi dilakukan Qhotmil Qur'an, do'a bersama, kemudian digelar pesta rakyat berupa kesenian ludruk Gelora Budaya. " alhamdulillah, keseluruhanya kompak, bersatu, berjalan lancar, tertib, dan aman, " ungkapnya.


Menyinggung kesenian ludruk Gelora Budaya dengan lakon (tema) " Sunan Kalijaga atau Sunan Kalijogo ", adalah bertujuan mengenang jasa para pahlawan, serta menggambarkan sesosok Kanjeng Sunan Kalijaga dimana salah satu wali yang juga disebut dengan nama Raden Mas Said adalah satu dari sembilan wali yang memiliki pengaruh besar terhadap penyebaran, dan perkembangan agama Islam di pulau Jawa. Maka dari itu di Desa Panggreh banyak terdapat pesantren, TPQ, yang telah mana memberikan sarana pendidikan tentang agama Islam, dan menimal mendidik anak-anak sejarah religius, terangnya.

Menurut cerita yang ditulis dalam buku, ada beberapa pendapat mengenai asal-usul nama dari sunan Kalijaga. Salah satunya adalah Kalijaga, berasal dati cerita saat beliau berguru pada sunan Bonang. Dalam cerita tersebut suna Bonang menancapkan kayunya dipinggir kali, dan Raden Mas Said diperintahkan untuk menjaga tongkat kayu itu selama bertahun-tahun. Oleh sebab itu, nama sematan " jogo kali " menjadi populer di masyarakat Jawa yang kemudian dikenal dengan nama " Kali Jogo " atau Kalijaga. Tandasnya.

Syamsul/A6

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved