Kamis, 22 Desember 2022

Petani Keper Beralih Tanam Buah-Buahan, Dongkrak Ekonomi Pasar

 Petani Keper Beralih Tanam Buah-Buahan, Dongkrak Ekonomi Pasar

Suharto Kepala Desa Keper, dan Suwandi Ketua Paguyuban Petani Melon saat gelar panjakan atau selamatan


Sidoarjo, (Realita.co.id) - Lahan sawah seluas 16 hektar berupa ladang, dikawasan Desa Keper, Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur ditanami buah melon. Bertujuan untuk mendongkrak perekonomian, dan kesejahteraan para petani. Lantaran hasil panen tanaman padi selama itu, tidak sesuai harapan dan ditambah tingginya harga pupuk. Sehingga ketika masa panen padi, para petani merasa merugi puluhan juta.

Menurut Suwandi (65)  Ketua Paguyuban Petani Melon menjelaskan, lahan seluas 16 hektare sebelumnya ditanami padi, dan tanaman tebu. Namun hasil panen dari penanaman padi, maupun tebu tersebut tidak maksimal, dan tidak sesuai harapan. Itupun proses awal hingga akhir, juga diperlukan biaya cukup besar. Apalagi pupuk saat ini langkah, dan mahal harganya, ucapnya.

Tidak dipungkiri, kata Suwandi. 
Saat panen padi, dan tebang tebu. Mereka para petani terus mengalami kerugian. Bayangkan saja, proses awal menanam padi dari membajak lahan, penyemaian benih, pemupukan, dan sebagainya. Hal tersebut memakan waktu lama, masa panen sampai 4 bulan belum lagi diserang hama. 
Sedangkan tanaman tebu, sampai tebang tebu hampir 1 tahun, terangnya.

Kami para petani beralih untuk menanam buah melon, buah semangka, mentimun mas, dan garbis. Agar dapat mengembalikan perekonomian, dan kesejahteraan petani. Sebab proses penanaman buah itu, hanya membutuhkan waktu 3 bulan serta biayanya tidak terlalu banyak,  tambahnya

Sementara Suharto Kepala Desa Keper mengakui bahwa apa yang dilakukan para petani saat panen padi. Memang terus merugi, dan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Maka dari itu mereka para petani, akan menanam buah-buahan di lahan tersebut. Minimal dapat meningkatkan taraf hidup, perekonomian, dan kesejahteraan para petani
 " Memang cocok untuk ditanami buah-buahan, dikarenakan lahannya subur. Apalagi ditambah mereka para petani sudah berpengalaman, tentang pengelolahan, penanaman, perawatan buah-buahan, serta pemasarannya, " pungkasnya.

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved