Jumat, 13 Januari 2023

DPP PARFI & KFI Akan Segera Mengadakan Program Besar Acting Goes to School di 4 Provinsi, Ketua DPW KFI Jabar Iwan Jodhie Gustiawan : Siap Mensukseskan

DPP PARFI & KFI Akan Segera Mengadakan Program Besar Acting Goes to School di 4 Provinsi, Ketua DPW KFI Jabar Iwan Jodhie Gustiawan : Siap Mensukseskan




Jakarta, (Realita.co.id) – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Artis Film (DPP PASFI) bersama Persatuan Kreator Film Indonesia (KFI) awal tahun 2023 telah bersepakat akan melaksanakan sebuah program besar Acting Goes to School dan Filmmaker Education di 4 (empat) Provinsi, yaitu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan, kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

Ketua DPP PARFI SOULTAN SALADIN menyatakan hal itu pada rapat bersama antara DPP PARFI dengan PB KFI di kantor DPP PARFI Jl. Letjen M.T. Haryono No.Kav. 47-48, RT.3/RW.3, Cikoko, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan pada Minggu Malam tgl 18 Desember 2022 yang di rangkaikan dengan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2022.

“Kami melakukan kegiatan tersebut berdasarkan kerja sama beberapa provinsi dan Kabupaten Kota yang sudah kita lakukan yaitu Pekalongan Jawa Tenga, Provinsi Bali, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, Kabupaten Sinjai Sulaweai Selatan, ternyata animonya sangat tinggi, sehingga kami berketetapan untuk melanjutkan dan mengembangkan program tersebut ke beberap Wilayah Provinsi dan Kabupaten Kota seperti Pekalongan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Kota Makasar Sulaweai Selatan ujar *Soultan Saladin Ketua Umum DPP PARFI* dan *Febryan Adhitya, SE., M.Sn.

Ketua Umum KFI juga Ketua Umum PADMI (Persatuan Artis Dangdut dan Musisi Indonesia)* menjelaskan bahwa KFI ini adalah sebuah organisasi profesi, organisasi para pekerja atau crew film dan Televisi mulai dari jenjang lighting man, kameraman, asisten sutradara, perencana produksi, make up artist, penulis skenario, art director, Management Produksi sampai sutradara.

Febryan Adhitya mengungkapkan, *Ketua Pengurus Wilayah Kreator Film Indonesia (PW KFI) Jawa Tengah* *Sutanto Hadi* adalah salah satu pelopor dalam program ini. Sutanto Hadi Ketua PW KFI Jawa Tengah menyebutkan sewaktu digelar pelatihan seni peran dan Patihan crew film dan Televisi oleh DPP PARFI bersama KFI di Pekalongan Jawa Tengah yang diikuti oleh siswa SMA, SMK dan Peserta dari tingkat Umum se-Pekalongan, pesertanya terdiri dari 3.000 peserta “Luar biasa sambutan dan animo para siswa dan masyarakat penggiat film” tutur Ketua PW KFI jateng *Sutanto Hadi.*

KFI disini mendidik dan melatih para siswa dan penggiat film dari dasar dasar bagai mana cara membuat film yang baik dan benar, tentunya memiliki cara pembuatan yang profesional dan sesuai kaidah. Proses pembuatan film sering disebut sebagai filmmaking.

Disini di ajarkan sesuai dengan kurikulum International Film Production Design School
Dalam program pelatihan acting dan crew film dan Televisi yang digelar di Pekalongan beberapa tahun yang lalu, DPP PARFI dan KFI bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekalongan.

Sewaktu program Acting Goes to School dan Filmmaker Education digelar, para pejabat mulai Walikota, Wakil Walikota, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda, dan Olahraga serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatifka Kota Pekalongan ikut hadir dan menyaksikan program tersebut, bahkan Kapolres, Dandim, Ketua DPRD Kota Pekalongan pun ikut hadir.

Menurut Ketua Umum DPP PARFI Soultan Saladin,  Pelatihan seni peran (Acting) di sekolah-sekolah bukan saja ditujukan untuk siswa sekolah menengah pertama dan menengah atas, tapi juga melatih para guru guru seni di tingkat SD, SMP serta SMA dan SMK agar mereka bisa menularkan pengetahuan seni peran yang di dapatkannya kepada para siswa siswinya.

Sebelum Program Acting Goes to School dan Filmmaker Education tersebut dimulai, pihak DPP PARFI bersama KFI terlibih dahulu membuat serat perjanjian kerja sama Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak pemerintah setempat yang di tanda tangani bersama  antara DPP PARFI dan KFI dengan pihak Pemerintah kabupaten dan kota, dimana wilayah atau daerah Program tersebut diadakan. 
Dalam program tersebut, DPP PARFI dan KFI menyiapkan Pelatih atau Pengajar Acting dan crew yang sudah berpengalaman dan Profesional di bidangnya. Sementara pihak pemerintah daerah dan sekolah menyiapkan fasilitas atau tempat pelaksanaan kegiatan di masing masing sekolah serta menyiapkan siswa siswi yang akan di didik atau di latih.
“Awal dimulainya program tersebut pada tahun 2017, program ini sangat disambut dengan baik oleh Pemerintah karena program tersebut merupakan Proses belajar mengajar kegiatan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) akan berlangsung secara daring ataupun luring oleh seniman kepada siswa dari sekolah yang ditunjuk oleh dinas pendidikan di daerah. 

Setiap seniman akan memberikan pembelajaran dalam kurun waktu paling lama satu bulan penuh pertemuan sudah termasuk persiapan, pembelajaran, dan pelaksanaan pementasan serta pameran presentasi hasil pembelajaran.
Materi Gerakan Seniman Masuk Sekolah meliputi dua hal, yaitu Seni Pertunjukan (Seni Peran dan Seni Teater) untuk DPP PARFI dan beberapa materi untuk bidang Kreator (KFI)  seperti : Bidang Penulisan skenario, Bidang Penyutradaraan, Bidang Kameraman, Bidang Management Produksi dan beberapa bidang lainnya yang berkaitan dengan produksi film dan program Televisi. Kegiatan tersebut tak terlepas dari Nilai Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan lainnya. 

Hasil kegiatan ekstrakurikuler dari Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) dipresentasikan dalam bentuk pameran atau pementasan untuk diapresiasi dengan melibatkan publik, Tenaga Pengajar yang Ahli dan Profesional dari DPP PARFI dan KFI, guru atau tenaga pendidik, komite sekolah, dan masyarakat di sekitarnya.

Maka denga melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang di selenggarakan oleh DPP PARFI dan KFI, maka siswa juga diharapkan dapat ikut melestarikan, melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan nilai budaya dan objek pemajuan kebudayaan melalui seniman yang mengajar di sekolah karena sistem pengajaran yang diberikan adalah sistsm teori dan praktek. Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSM) yang di adakan oleh DPP PARFI dan KFI tahun 2023 nanti juga diharapkan dapat menjangkau daerah 3-T (tertinggal, terluar, dan terdepan). Tutur Febryan Adhitya lelaki kelahiran Bone Sulawesi Selatan yang juga Ketua WCN Production serta Pemilik Production House (PH) WCN Produktion (WCN Pro).

Ketua DPW KFI Jabar Iwan Jodhie Gustiawan : "Saya akan Siap menjadi bagian untuk Mensukseskan kegiatan besar ini," ujarnya.

Jdh/RlT

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved