Kamis, 19 Januari 2023

Kegiatan Normalisasi Sungai di Blega Terhenti Karena Banjir, Muspika Kembali Bagikan Makanan

Kegiatan Normalisasi Sungai di Blega Terhenti Karena Banjir, Muspika Kembali Bagikan Makanan


Realita.co.id,
Bangkalan – Bencana rutin (banjir) di Kecamatan Blega menjadi permasalahan klasik di setiap musim penghujan. Gotong royong normalisasi sungai di Desa Kajjan telah direalisasikan masyarakat bersama unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), namun kegiatan tersebut terpaksa berhenti karena banjir kembali datang.


Meski pagi ini, Kamis (19/1/2023) Blega bebas hujan, namun air mulai masuk kawasan Desa Blega pada pukul 09.00 WIB. Meski ketinggian air tidak seperti banjir-banjir sebelumnya, namun air memasuki sejumlah rumah warga di Dusun Laok Songai, Karang Kemasan, serta Kampung RW IV Desa Blega.

Kapolsek Blega, Iptu Moh Syamsuri mengungkapkan, kondisi itu direspon dengan kembali mengaktifkan dapur umum yang dipusatkan di Kantor Kecamatan Blega. Sejumlah 350 bungkus nasi disebar muspika ke beberapa warga terdampak banjir.

“Ini baru selesai bagikan nasi bungkus, hanya didistribusikan kepada warga yang memang benar-benar tidak bisa memasak karena air masuk rumah hingga dapur. Bagi mereka yang masih bisa  memasak, kami lewati. Hingga menjelang siang, air sudah mulai surut,” terang Syamsuri.

Kapolsek Blega itu juga menjelaskan, beberapa bulan lalu masyarakat beserta unsur Muspika Blega mulai dari personel polsek, koramil, hingga kecamatan bahu membahu melakukan normalisasi hingga pelebaran sungai.

Lebih lanjut, kegiatan gotong royong normalisasi sungai terpaksa dihentikan karena banjir kiriman kembali menerjang kawasan Blega dalam sebulan terakhir.  

“Pagi ini tidak ada hujan di Blega, tetapi kebetulan air laut sedang pasang ditambah air kiriman dari daerah Kecamatan Galis, Geger, dan Konang. Karena semua air muaranya ke Kecamatan Blega. Banjir kali ini hanya pemukiman dataran rendah saja, tidak sampai meluap ke jalan raya,” lanjut Syamsuri.

Ia menambahkan, wacana pembuatan waduk pernah digelorakan ketika dirinya masih menjabat Kanit Reskrim Polsek Blega. Namun hal itu kembali meredup setelah menuai pro dan kontra karena pembuatan waduk akan memakan beberapa hektar lahan, kawasan permukiman, hingga sebuah kuburan keramat.

“Insya Allah kalau ada waduk akan mengurangi (banjir). Namun beberapa warga tidak berkenan karena banyak rumah kena, terus ada makam yang bisa tergusur, pro dan kontra saat itu,” pungkas Syamsuri.

(eMHa)

Baca Fakta Terbaru

Baca Juga Kabar Fakta

© Copyright 2021 Realita | All Right Reserved